Merugi, Peternak Kunjungi Kantor Staf Presiden

insidepontianak
Para perwakilan peternak rakyat dari berbagai daerah datang ke Bina Graha, Kantor Staf Presiden. (foto: ksp.go.id)
banner 468x60

JAKARTA, insidepontianak.com – Sejumlah perwakilan peternak rakyat dari berbagai daerah mendatangi Kantor Staf Presiden pada Senin, (27/32017). Para peternak rakyat itu mengaku lebih tiga tahun mengalami kerugia.

Dalam aduannya di depan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, terungkap beberapa hal menjadi penyebab usaha para peternak ayam terancam gulung tikar. Di antaranya, tingginya harga jagung sebagai pakan ternak.

Muat Lebih

“Harga pakan yang tinggi membuat harga ayam di pasar juga tinggi dan tak bisa bersaing,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Petelur Nasional, Yudianto Yogiarso.

Faktor lain yang membuat para peternak merasa dirugikan yakni kian dominannya para integrator atau kartel para pengusaha skala besar sehingga harga daging ayam kian jatuh.

“Kami merindukan penerapan Keputusan Presiden No. 22/1990 yang mengutamakan budidaya ayam broiler untuk peternakan rakyat,” kata peternak lain bernama Singgih Januratmoko.

Keppres No. 22/1990 tentang Pembinaan Usaha Peternakan Ayam Ras menyatakan pada pasal 3 bahwa ‘Usaha budidaya ayam ras diutamakan bagi peternakan rakyat,perorangan, kelompok maupun koperasi’.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyatakan, pemerintah memperhatikan kelangsungan hidup peternak, karena daging ayam diharapkan bisa menopang kebutuhan protein nasional.

“Asupan gizi dari telur dan daging ayam ini merupakan ini sumber protein yang paling mudah dan murah. Setidaknya bila dibandingkan dengan daging sapi yang butuh waktu lama untuk ‘panen’ serta membutuhkan lahan lebih luas,” ujar Teten Masduki.

Di sisi lain, Teten Masduki menejelaskan pemerintah harus bisa menciptakan suasana kondusif, dan bersikap imparsial, dengan memperhatikan semua kepentingan. “Selain terkait pemenuhan gizi, aspirasi peternak ini penting untuk mendorong konsumsi masyarakat,” kata Teten Masduki.

Teten Masduki menekankan, pada kondisi ekonomi global tak menentu, pemerintah bertumpu pada tiga hal, yakni belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, serta investasi. “Konsumsi masyarakat akan tercapai bila daya beli naik,” demikian Teten Masduki berujar, seperti dilansir dari Ksp.go.id. (IP-004)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *