Duh! Minat Baca di Kaltim Masih Rendah

insidepontianak
Buku Bacaan Sesuai Kemampuan Baca Anak. (foto ilustrasi: Siapbelajar)
banner 468x60

SAMARINDA, insidepontianak.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Bidang Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca telah melakukan survei minat baca masyarakat.

Target survei atau pengkajian tersebut yakni pelajar dan mahasiswa juga masyarakat umum meliputi berbagai wilayah di sepuluh kabupaten dan kota se-Kaltim.

Muat Lebih

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Timur HM Aswin menjelaskan, “Upaya yang kami rintis hingga saat ini dalam bidang minat baca di Kaltim yakni baru saja melaksanakan pengkajian minat baca. Walaupun sederhana tapi sudah dapat diketahui minat baca masyarakat masih rendah,”.

Dia mengatakan, hasil survei itu menunjukkan minat baca masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa sesuai pengakuan mereka masih rendah.

“Kondisi minat baca masyarakat Kaltim ini juga terjadi secara merata di seluruh Indonesia yang memiliki kegemaran membaca yang rendah,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan jika diambil sampling atau ukuran skala penilaian secara umum masyarakat Indonesia dalam kemampuan membaca per seribu orang maka hanya satu orang memiliki minat baca.

Dikutip dari Kaltimprov, apabila dibandingkan dengan minat atau budaya baca masyarakat Amerika untuk jenjang SMA minimal wajib menuntaskan 36 judul buku per tahun.

Selain itu, kemampuan baca pelajar dan mahasiswa Kaltim rata-rata dua jam per hari sementara negara lain minimal enam jam per hari.

Karenanya, guna menyikapi kondisi masyarakat ini maka diperlukan kajian kebijakan untuk mendorong peningkatan minat dan kegemaran baca masyarakat. Pemerintah harus bekerja keras untuk mendorong minat dan budaya baca masyarakat.

“Tidak salah kalau Pak Gubernur Awang Faroek meluncurkan program perpustakaan digital atau i-Kaltim. Agar masyarakat mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui smartphone (gadget) untuk membaca sehingga terbuka wawasan dan pengetahuan masyarakat,” ucapnya. (IP-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *