648 Rumah Tak Layak Huni Bakal Direhab

banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com — Tahun ini, Kabupaten Sintang menerima Program Stimulan Perumahan Swadaya dari pemerintah pusat dan Pemprov Kalbar. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 648 rumah tidak layak huni akan direhab melalui bantuan program ini.

Progam Stimulan Perumahan Swadaya yang diterima Kabupaten Sintang tahun ini tersebar di sejumlah desa perbatasan dan desa terpencil. Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Zulkarnain mengatakan, program stimulan perumahan swadaya yang bersumber dari DAK, ada 348 rumah yang akan direhab. Sebanyak 348 rumah ini, terdiri dari pembangunan rumah baru sebanyak 40 unit dan rehab rumah sebanyak 308 unit. Penerima bantuan program stimulan perumahan swadaya itu, tersebar di Sungai Kelik, Nanga Bayan, Wana Bakti, Nanga Tikan dan Nanga Dedai.

Muat Lebih

“Untuk 40 rumah baru yang akan dibangun melalui program ini, akan dipusatkan di Desa Sungai Kelik,” katanya.

Sementara di Desa Nanga Bayan ada 60 rumah yang akan direhab. Di Desa Wana Bakti ada 68 unit, Desa Nanga Tikan ada 66 unit dan Nanga Dedai ada 60 unit. Selain dari DAK, lanjut Zulkarnain, Sintang juga menerima bantuan Stimulan Perumahan Swadaya dari Pemprov Kalbar sebanyak 300 unit. Penyebarannya di Kelurahan Ladang Kecamatan Sintang sebanyak 50 unit, desa Sebiluk 75 unit, Empunak Tapang Kladan 75 unit, Mungguk Gelombang 50 unit dan Sungai Pukat sebanyak 50 unit.

“Tim akan segera turun ke lapangan untuk verifikasi data usulan dari desa-desa tersebut. Tim akan mengecek benar tidaknya rumah yang diusulkan untuk direhab itu tidak layak huni,” ungkapnya.

Kata dia, setiap rumah tidak layak huni yang menerima program ini, akan mendapatkan dana Rp15 juta. Untuk program dari pusat yang melalui DAK, dana disalurkan ke Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Satu kelompok terdiri dari 20 KK penerima program itu. Sementara untuk program Stimulan Perumahan Swadaya dari Pemprov Kalbar, dana akan dicairkan langsung ke rekening penerima bantuan.

“Dana ini juga tidak melalui kami, tapi kami hanya sebatas koordinasi dan verifikasi data, serta monitoring ke lapangan,” kata dia. (IP-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *