Promosi Wisata Bahari Karimata Bisa “Ambruk” dari Komentar Luhut

Presiden RI, Joko Widodo saat melakukan penanaman pohon pada acara pembukaan Sail Selat Karimata 2016
banner 468x60

KAYONG UTARA, insidepontianak – Komentar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan pelaksanaan Sail Selat Karimata di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dikelola secara kampungan, seakan meruntuhkan semangat promosi wisata bahari di Kayong Utara.

Pasalnya, pasca pembukaan Sail Selat Karimata 2016 dibuka langsung Presiden RI, Joko Widodo kala itu, banyak pejabat daerah di Kalbar menaruh harapan. Pasca perlaksanaan Sail Karimata, Kayong Utara bakal menjadi destinasi wisata bahari yang bakal mendunia. Apalagi, saat itu, sudah ada ratusan turis dari mancanegara yang berdecak kagum dengan kemolekan bahari di daerah pesisir ujung Kalbar ini.

Sebelumnya, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, agar pelaksanaan Sail Sabang yang akan dihelat November 2017 tidak kampungan. Dia menyebut, jangan sampai penyelenggaraan Sail Sabang kurang persiapan, seperti penyelenggaraan Sail Karimata pada tahun lalu.

“Mestinya dari pengalaman sebelumnya acara tahunan ini bisa lebih bagus. Menurut saya, pelaksanaan Sail Karimata itu kampungan dan tidak rapi. Seorang presiden tidak pantas berada di sana,” kata Luhut, saat hadir dalam Rapat Koordinasi Sail Sabang 2017 di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (29/3).

Luhut mengatakan, salah satu yang membuat Sail Karimata terasa mengecewakan ialah ketika masih terlihat adanya perbaikan jalan dan bangunan di hari puncaknya.

“Masa pas hari puncak masih ada perbaikan jalan? Tidak benar itu. Sail Sabang sudah tinggal tujuh bulan lagi, tapi harus lebih bagus dan maksimal,” kata Luhut, dilansir cnnindonesia.

Sepertinya, pernyataan Luhut menyebutkan pembukaan Sail Karimata kampungan, seakan Luhut lupa. Perhelatan Sail Selat Karimata sendiri digelar Sabtu (15/10/2016) adalah gawainya pemerintah pusat.

Adapun niat dari perhelatan Sail sendiri adalah bagaimana mempromosikan dan memajukan pulau-pulau terpencil atau terluar di Indonesia bisa terkenal hingga mancanegara, melalui even bertajuk Sail. Harapan besar nama Pulau Karimata bisa menyusul kesuksesan dari Sail Bunaken, Komodo, Morotai, dan lainnya.

Tak heran, sejumlah pejabat tinggi negara hadir pada acara ini. Mulai dari Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta, Gubernur Kalbar, Cornelis dan para Kepala Daerah di Kalbar, hingga seluruh jajaran pejabat dinas daerah, rela menempuh perjalanan jauh, dari daerah asal menuju kepulauan Kayong Utara, dulunya daerah dianggap tertinggal, berlahan mulai berkembang.

Saking antusiasnya Pemerintah Daerah menginginkan Pulau Karimata menjadi destinasi wisata bahari andalan Indonesia, Pemprov Kalbar rela merogoh dana APBD Rp 80 miliar untuk mensukseskan acara tersebut.

Anggota DPRD Kalbar, Rasmidi justru memuji kegigihan Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid bersama jajaran dan masyarakat, selalu terus berjuang menyukseskan Sail Selat Karimata 2016 meski mengalami minim dana. Padahal waktu itu, tak ada dana dari pemerintah pusat mengucur untuk mensukseskan acara pembuka Sail Karimata kala itu.(IP-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *