Satu PNS Sintang Konsumsi Narkoba

banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com — Seorang PNS Pemkab Sintang yang bertugas di kantor kecamatan daerah Ketungau terjerat kasus narkoba. Selain itu, tiga PNS berprofesi guru juga tertangkap berjudi. Para PNS nakal ini, masih sedang ditangani Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sintang untuk disanksi.

PNS yang bekerja sebagai staf di kantor camat daerah Ketungau, dilaporkan mengkonsumsi narkoba. Sanksi bagi PNS pecandu narkoba itu, kini sedang dibahas oleh tim Pemkab Sintang.

Muat Lebih

Kepala BKPSDM Sintang, Palentinus membeberkan hal itu saat dihubungi insidepontianak.com belum lama ini. Dia menyebutkan, ada juga tiga orang guru PNS yang tertangkap berjudi di tahun 2016 lalu. Seorang guru bertugas di Ketungau dan dua guru lainnya bertugas di Kelam Permai. “Semua PNS bermasalah ini sedang kami proses. Sekarang tinggal kami bertemu bupati, untuk keputusannya seperti apa,” katanya.

Sedangkan untuk para PNS yang sering bolos kerja, lanjut Palentinus, beberapa diantaranya sudah diberi sanksi gaji berkalanya ditunda. Termasuk penundaan kenaikan pangkat. “Sebenarnya kasihan juga sih, tapi aturan harus dilaksanakan,” tegasnya.

Dikatakan Palentinus, untuk PNS yang sering bolos kerja ini, pihaknya meminta kepala SKPD membinanya. Tapi jika tidak bisa dibina, maka akan dibuatkan pertimbangan bupati untuk pemberian sanksi.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Disdikbud Sintang, Yustinus membenarkan adanya tiga guru PNS yang terlibat judi. “Kasus itu sudah lama, sekitar Agustus 2016 lalu,” ungkap dia.

Dia mengatakan tiga guru PNS yang tertangkap berjudi tersebut, satu guru berasal di Ketungau Tengah. Dua guru lainnya bertugas di Kelam Permai. “Dari tiga guru yang berjudi tersebut, satu diantaranya kepala sekolah di Kelam Permai,” bebernya.

Dikatakan Yustinus, kepala sekolah yang terlibat judi ini, sudah dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Untuk sanksi disiplin kepegawaian lainnya, sudah diserahkan ke Badan Kepegawaian.

Sementara itu, sebelumnya Wakil Bupati Sintang, Askiman menegaskan, sekecil apapun ASN terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, akan ditindak tegas. Jika ada ASN Pemkab Sintang yang terlibat peredaran narkoba maka akan diberhentikan. “Tapi selama ini, menurut pantauan saya belum ada ASN Sintang yang terindikasi terlibat peredaran narkoba,” kata dia.

Dikatakan dia, para ASN Pemkab Sintang pun, dalam waktu dekat ini, akan kembali dites urine. Kata Askiman, meski berdasarkan hasil tes urine tahun lalu ASN Sintang bebas dari narkoba. Namun tahun ini, para ASN Pemkab Sintang akan kembali dites urine. “Sampai saat ini memang tidak ada ASN Sintang yang terindikasi menggunakan narkoba. Tapi kami tetap akan melakukan tes urine pada para ASN di setiap SKPD,” kata Askiman. (RI-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *