Rumah Sakit Rujukan ‘Disuntik’ Dana Rp14 Miliar

dr. Rosa Trifina
banner 468x60

SINTANG,insidepontianak-Tahun ini, pemerintah pusat kembali mengucurkan dana untuk pengembangan Rumah Sakit Rujukan Ade M Djoen Sintang. Tak tanggung—tanggung, dana yang dikucurkan pemerintah pusat mencapai Rp14 miliar. Dana itu diperuntukan bagi pengembangan gedung rawat jalan.

Pengembangan gedung rawat jalan Rumah Sakit Rujukan Ade M Djoen Sintang akan diselesaikan tahun ini. Empat gedung penunjang rawat jalan bakal dibangun dengan dana sebesar Rp14 miliar. Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, dr. Rosa Trifina mengatakan, gedung yang akan dibangun tahun ini yaitu pengembangan gedung rawat jalan, gedung radiologi, laboratorium dan IGD.

“Pengembangan gedung rawat jalan dan gedung pendukungnya akan selesai tahun ini,” kata dia.
Dikatakan Rosa, tahun ini Rumah Sakit Rujukan mendapatkan dana dari APBN untuk pengembangan gedung tersebut. Sementara dana dari APBD Pemprov Kalbar memang tidak ada. “Setelah pengembangan gedung rawat jalan selesai, semua operasional kegiatan rawat jalan ada di rumah sakit yang baru,” ujarnya.

Kata Rosa, setelah pengembangan gedung rawat jalan selesai. Maka selanjutnya akan dilakukan pengembangan rawat inap. “Pembangunan rumah sakit rujukan secara bertahap ini, akan disesuaikan dengan dana yang tersedia,” katanya.
Rosa menginginkan pembangunan rumah sakit rujukan akan selesai dalam 3-4 tahun mendatang. “Harapannya ada dana yang beriringan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan Pemkab Sintang,” harapnya.

Dikatakannya, jika semua gedung untuk rawat jalan dan rawat inap sudah terbangun. Maka operasional RSUD Ade M Djoen Sintang akan dipindah ke rumah sakit rujukan ini. “Kalau sudah lengkap semua, rumah sakit akan pindah ke RSR,” bebernya.
Rosa menginginkan, paling lama dalam waktu lima tahun ke depan, seluruh operasional RSUD Ade M Djoen Sintang sudah bisa pindah ke bangunan rumah sakit yang baru.

Alkes Lengkap
Meski operasional rawat jalan RSUD Ade M Djoen Sintang akan dipindah ke RSR, namun tidak ada pembelian alat kesehatan (Alkes) untuk operasional rumah sakit rujukan tersebut. Sebab, kata Rosa, untuk alkes poli rawat jalan tidaklah terlalu banyak. “Otomatis jika sudah pindah ke RSR, maka alkes rawat jalan yang ada di sini akan dipindah ke RSR. Beberapa alat radiologi juga dipindah ke rumah sakit rujukan,” katanya.

Dia menegaskan, untuk alkes tidak terlalu menjadi kendala dalam mengoperasikan rumah sakit rujukan. Dikatakannya, tahun ini, pembelian alkes yang disetujui pemerintah pusat, hanya untuk pembelian alat kebutuhan dokter jantung. Sementara alkes lainnya yang akan dibeli hanya untuk penunjang ICU. (IP-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *