Pemerintah Perlu Dirikan Bank Petani

Milton Crosby
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Petani di Indonesia selalu termarginalkan. Harga jual hasil pertanian mereka seringkali tidak menutupi biaya operasional, akibat adanya permainan dari pengumpul. Untuk menyelamatkan nasib petani, KTNA Kalbar menyarankan pemerintah mendirikan Bank Petani.

Pemerintah pusat harus membantu petani agar lebih sejahtera, dengan mendirikan Bank Petani. Saran itu disampaikan Dewan Pembina KTNA Kalbar, Milton Crosby.
Katanya, di negara-negara lain, seperti Malaysia, Thailand, Jepang, China, Inggris dan Amerika, ada Bank Petani. Fungsi Bank Petani ini untuk membantu petani menjaga harga hasil pertanian mereka. “Bank Petani inilah yang menjaga hasil pertanian agar harganya stabil,” katanya.

Muat Lebih

Selama ini, kata Milton, petani sering dirugikan saat menjual hasil pertanian mereka ke pengumpul. Sebagai contoh petani bawang dan cabai. Saat panen raya, para petani hanya bisa menjual cabai dan bawang dengan harga murah. Sehingga hasil yang diperoleh tidak bisa menutupi biaya operasional mereka. “Jangankan untuk dapat untung, untuk menutupi biaya operasional saja tidak bisa,” ungkap Milton.

Menurut Milton, penyebab petani sering merugi, karena belum adanya kemampuan pemerintah pusat untuk menampung hasil pertanian. Selain itu, adanya permainan dari pada pengumpul hasil pertanian yang mengatur harga seenak dirinya sendiri.

“Ketika bawang dan cabai panen raya, harga diturunkan. Mereka para pengumpul menyimpan hasil pertanian itu dan menjualnya dengan harga mahal saat petani sedang tidak panen,” bebernya.
Contoh lain, kata Milton, petani buah-buahan. Seperti petani semangka. Harga semangka yang diambil oleh pengumpul dari petani hanya Rp1.500 perkg. Sedangkan pengumpul menjualnya kembali dengan harga Rp7 ribu perkg. “Coba bayangkan selisihnya sampai Rp5 ribu. Sementara biaya untuk menanam semangka sampai panen, harusnya petani bisa menjual Rp3 ribu perkg agar bisa untung,” ceritanya.

Dengan adanya Bank Petani, Bank inilah yang mengatur harga tersebut. Milton mencontohkan di Thailand, sampai ada durian Bangkok, ayam Bangkok, padi Bangkok. Karena semua diurus oleh Bank Tani yang khusus membantu petani, terutama dalam pembiayaan sampai mengekspor hasil pertaniannya.
“Kalau tidak ada Bank Petani, maka petani Indonesia akan terus dimarginalkan,” nilai Milton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *