Agus Ingatkan Bupati di Kalbar Jangan Jadi Pasien KPK

MENGHADIRI - Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kiri) menghadiri seminar Kritik dan Solusi Terhadap Pelayanan Pendidikan, Kesehatan, Kebijakan Stabilitas dan Kebutuhan Pokok, dan Proses Penegakan Hukum oleh Pemerintah Daerah, di Hotel Mercure Ahmad Yani I Pontianak, Selasa (4/4).
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com- Ketua Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK), Agus Raharjo, mengingatkan para bupati dan wali kota di Kalimantan Barat agar menjauhi dan tidak melakukan praktik korupsi.

Pasalnya, hingga saat ini sudah banyak pejabat, mulai dari gubernur sebanyak 17 orang dan bupati atau wali kota dan wakilnya sebanyak 58 orang telah menjadi pasien KPK karena tindak korupsi.

Muat Lebih

“Bahkan dari data Kementerian Dalam Negeri jauh lebih banyak, yakni ada 343 bupati dan wakilnya yang tersandung korupsi. Angka itu hampir separuh dari jumlah bupati atau walikota beserta wakilnya yang ada di Indonesia,” kata Agus, dilansir antara, Selasa (4/4).

Menurut Agus, dampak korupsi sangat luar biasa terhadap kemajuan dan pembangunan Indonesia. Bahkan, menurutnya akibat yang ditimbulakan dari korupsi berkali – kali lipat dari angka yang ia korupsi.

“Contohnya kalau yang dikorupsi Rp1miliar maka dampak kerugianya bukan hanya Rp1 miliar namun berkali-kali lipat. Bayangkan sudah berapa jembatan yang dibangun dari apa yang dikorupsi dan kalau tidak ada korupsi maka tidak lagi melihat anak menyeberang sungai bergantungan,” kata dia.

Pada kesempatan itu ia juga mengingatkan kepada pejabat untuk tidak terjerumus dalam tindakan gratifikasi. Menurut dia, benda-benda dan fasilitas yang bukan menjadi hak maka jangan diterima. (IP-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *