Listrik Padam, Bikin Panik Peserta UNBK di Sintang

Peserta UNBK di Sintang tampak serius mengerjakan soal-soal UNBK di komputer.
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com—Pelaksanaan UNBK tingkat SMK di Kabupaten Sintang sempat terganggu lantaran pemadaman listrik tanpa pemberitahuan di wilayah Sungai Durian. Akibatnya para peserta UNBK di SMK Kartini dan SMK Nusantara Indah sempat panik.

Tapi karena sekolah sudah menyiapkan genset, maka pelaksanaan UNBK tidak terganggu.
Di hari pertama UNBK itu, rombongan Pemkab Sintang yang dipimpin Sekda Sintang, Yosepha Hasnah, didampingi Sekretaris Disdikbud Sintang, Yustinus mengunjungi sejumlah SMK.

Muat Lebih

Saat dikunjungi para pejabat Pemkab Sintang itu, Kepala SMK Kartini, Sr. Therese Esyah menceritakan pihaknya yang sempat panik karena listrik tiba-tiba padam saat UNBK berlangsung. “Sekitar pukul 09.00, listrik padam selama kurang lebih 15 menit. Kami sempat panik juga karena tanpa ada pemberitahuan ada pemadaman,” tuturnya.

Untungnya, sekolah ini telah menyediakan dua unit genset. Satu genset disiapkan khusus untuk AC dan satu genset disiapkan khusus untuk komputer dan server. “Kami ada dua genset, jadi listrik padam tidak sampai mengganggu pelaksanaan UNBK,” kata dia.

Di SMK Kartini ini, ada 40 siswa yang mengikuti UNBK. Therese Esyah mengaku senang dengan pelaksanaan UNBK tersebut. Meski ini kali pertama dilaksanakan oleh sekolah itu. “PLN sempat kami datangi. Kami mintalah kalau mau padam, diinfokan terlebih dahulu. Karena tadi tidak ada pemberitahuan sama sekali. Untung bisa langsung teratasi,” katanya.

Usai memantau pelaksanaan UNBK, Sekretaris Disdikbud Sintang, Yustinus mengatakan pelaksanaan UNBK SMK di seluruh Kabupaten Sintang tidak ada kendala. Meski memang ada beberapa menit pemadaman listri. “Untungnya sekolah sudah siapkan genset jadi tidak ada kendala,” kata dia.

Dihubungi melalui telepon seluler, Manager PLN Sintang, Pamuji Irawan berdalih, padam listrik sesaat disebabkan gangguan di arah Sepauk. Jaringan terganggu akibat pohon tumbang. Dikatakan dia, dari segi pembangunan dan jaringan, listrik dalam kondisi aman di siang hari.

“Suplai juga mencukupi, tapi jika ada gangguan alam seperti pohon tumbang yang menimpa jaringan, itu yang kami tidak bisa mengontrolnya,” kilahnya. Namun, Pamuji memastikan jika cuaca baik, tidak ada jadwal pemadaman listrik di pagi hari.

Ia menyatakan, kondisi alam turut menjadi faktor yang tidak terduga saat listrik padam. Dia menyarankan, agar setiap sekolah yang menggelar UNBK dengn CTM menyiapkan Genset. Sebab, factor cuaca seperti angin kencang tidak bisa diprediksi. “Cuaca itu bisa mengganggu suplai listrik,” ungkap Pamuji.

Pelaksanaan UNBK SMK di beberapa kecamatan di Kabupaten Sintang relatif lancar. Hanya ada sedikit ganggungan sinyal di SMKN Merakai. Sebab mereka menggunakan alat pemacar sinyal sendiri. Tapi gangguannya tidak lama dan tidak menyebabkan UNBK terganggu. (IP-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *