Dewan Sintang Perlu Tes Urine

Terri Ibrahim
banner 468x60

SINTANG– Sebagai lembaga terhormat dan wakil dari rakyat, anggota DPRD harus bebas dari narkoba. Banyak pihak menilai, anggota DPRD perlu juga dites urine untuk memastikan tidak ada yang mengkonsumsi barang haram tersebut. Di Sintang, wacana untuk tes urine bagi anggota DPRD Sintang terus bergulir. Dukungan adanya tes urine bagi Dewan Sintang juga disampaikan Terri Ibrahim.

Wakil Ketua DPRD Sintang, Terri Ibrahim ini, sangat setuju jika dilakukan tes urine bagi anggota DPRD Sintang. “Tes urine, saya rasa perlu dilaksanakan bagi anggota dewan. Supaya orang tidak bertanya-tanya, dan supaya dewan bisa bekerja dengan baik, serta menjadi contoh bagi masyarakat,” kata Terri di ruang kerjanya.

Muat Lebih

Kata Terri, dengan dites urine, maka kesehatan anggota dewan juga akan terjaga. Sebab barangkali ada anggota dewan Sintang yang lalai, dan terjebak mengkonsumsi narkoba. “Tapi mudah-mudahan saja tidak ada dewan Sintang yang menggunakan narkoba. Saya pribadi sangat setuju kalau ada yang menfasilitasi dewan untuk tes urine,” katannya.

Terri mengingatkan, jika saja ada anggota dewan yang mengkonsumsi narkoba, maka dewan tersebut bisa tidak konsentrasi kerja, kemudian akhirnya bisa terjerat kasus hukum. Kalau ini terjadi, maka yang dirugikan adalah nama lembaga dewan, partainya dan masyarakat yang memilih dewan tersebut. “Saya berharap tidak ada anggota dewan Sintang yang lalai menjaga dirinya,” harap Terri.

Untuk melaksanakan tes urine bagi anggota dewan, kata Terri, perlu ada satu suara dari seluruh anggota dewan. Sebab, jika di lembaga lain bisa merupakan perintah atasan, sementara di dewan tidak ada atasan. “Jadi jika ingin melaksanakan tes urine bagi dewan, harus ada keputusan rapat badan musyawarah untuk mengagendakan tes urine. Selain itu, harus tersedia dananya,” kata Terri.

Namun, lanjut Terri, sampai tahun ini belum ada tersedia dana untuk tes urine bagi dewan. “Tidak adanya dana sebenarnya bukan menjadi halangan, karena dana bisa dianggarkan. Tapi memang harus ada kesepakatan bersama dari anggota dewan. Sebab di dewan Sintang ini ada 8 fraksi, jadi harus kesepakatan 8 fraksi,” katanya.
Di kesempatan itu Terri juga menyarankan, jika tidak dilakukan tes urine secara lembaga DPRD, tes urine bagi anggota dewan sebenarnya bisa dilakukan oleh partainya masing-masing.

Terri mencontohkan, seluruh anggota DPRD di Kalbar dari Partai Nasdem sudah dites urine. “Kami, anggota dewan dari Nasdem, dikumpulkan di Hotel Orcard tanpa diberitahu, tiba-tiba dilakukan tes urine. Semua anggota DPRD dari Nasdem hadir waktu itu. Seandainya ada dewan dari Nasdem yang mengkonsumsi narkoba, maka tidak bisa menghindar. Tapi syukurnya tidak ada yang mengkonsumsi narkoba,” cerita dia.

Sementara BNNK Sintang dengan tegas menyatakan siap bekerjasama dengan DPRD Sintang jika ingin melakukan tes urine pada para anggota dewan. Kata Agus, kalau memang ada keinginan dari para anggota dewan untuk dites urine, pihaknya siap membantu.

“Tes urine bukanlah sebagai bukti untuk penegakan hukum. Tapi hanya untuk langkah awal mengetahui apakah seseorang mengkonsumsi narkoba. Jika benar, kan bisa direhabilitasi,” Kepala BNNK Sintang, Agus Akhmaddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *