BNN Tembak Mati Abdurrahman Bandar Sabu di Pontianak Utara

  • Bagikan
Petugas BNN Pusat saat merilis penangkapan sabu 15 kilogram jaringan Malaysia di Pontianak, Senin (10/04/2017)

PONTIANAK,insidepontianak.com- Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menembak Abdurrahman, diduga bandar Narkoba pada salah satu gudang di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Selasa (11/4/2017). Kepala BNN Provinsi Kalbar, Brigjen Pol Nasrullah mengatakan, Abdurrahman terpaksa dilumpuhkan karena berusaha lari setelah dilakukan penangkapan.

Abdurrahman sebelumnya ditangkap petugas BNN, kemudian melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti maupun tersangka lainnya. Dari keterangan Abdurrahman, kemudian mengarahkan personil BNN pada suatu gudang.

Setiba di lokasi, Abdurrahman turun dari mobil dan mencoba melakukan perlawanan dan berusaha kabur. Dengan reaksi yang tak koperatif tersebut, anggota BNN bertindak tegas dan terukur.

“Tersangka terpaksa dilumpuhkan oleh anggota BNN Pusat,” kata Nasrullah.

Abdurrahman yang mengalami luka tembak, sempat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan penanganan medis. “Hanya saja, dalam perjalanan nyawa tersangka tidak bisa tertolong,” ujarnya.

Nasrullah menyebutkan, Abdurrahman merupakan pemilik sabu 15 kilogram.
“Dia adalah bandar. Dia pemodal sabu dan mengaku dapat barang langsung dari ke bandar Malaysia,” bebernya.

Selain Abdurrahman, sehari sebelumnya, petugas BNN juga menangkap tiga tersangka lain di Batang Tarang, Sanggau. Dari tiga tersangka tersebut, satu di antara, Ipul ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan saat hendak diringkus. (IP-02)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: