Ratusan Koperasi di Sintang Tak Aktif

Sudirman
banner 468x60

Sintang,insidepontianak.com – Jumlah koperasi di Kabupaten Sintang mencapai ratusan. Namun sayangnya hampir setengahnya telah tidak aktif. Menurut data dari Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, ada 385 koperasi di Kabupaten Sintang. Dari jumlah itu, sekitar 108 koperasi tidak aktif lagi.

Selama ini, koperasi dan UMKM menjadi penyangga utama ekonomi baik nasional maupun daerah. Namun sayangnya, banyak sekali koperasi di Kabupaten Sintang yang tidak aktif. Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman mengatakan, koperasi yang sudah tidak aktif itu akan diusulkan ke pemerintah pusat untuk dibubarkan.

“Kami Pemda hanya mendata, menilai dan memberitahu koperasi mana saja yang sudah tidak aktif. Untuk membubarkannya, menjadi kewenangan pemerintah pusat,” katanya.

Kata dia, pembubaran koperasi yang sudah tidak aktif itu, memang sudah waktunya. Sebab telah dua tahun lamanya, koperasi tersebut tidak menjalankan aktivitasnya. “Status koperasinya pun sudah tidak jelas. Kepengurusannya, alamatnya dan aktivitasnya sudah tidak ada. Jadi tidak perlu dibina lagi karena hanya tinggal namanya saja,” bebernya.

Pihaknya pun sedang mengusulkan pembubaran 108 koperasi yang tidak aktif tersebut. Dengan pembubaran 108 koperasi yang tidak aktif ini, Disperindagkop berencana akan fokus membina 200 lebih koperasi yang masih aktif. Apalagi saat ini, banyak program dari pemerintah pusat untuk pengembangan koperasi. Di tahun ini, ada program pembinaan koperasi formula yang baru, khusus daerah terpencil dan perbatasan. “Kebetulan Sintang dapat program pemberdayaan koperasi formula. Koperasi akan memperoleh bantuan dana,” ungkapnya.

Dikatakan Sudirman, se-Kalbar ada 200 koperasi yang akan mendapatkan program koperasi formula. Untuk Kabupaten Sintang, pihaknya mengaku belum mengetahui mendapatkan kuota berapa. Sebab belum dibagi oleh pemerintah provinsi.
Dia menegaskan, koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini, merupakan sumber kehidupan ekonomi terbesar bagi masyarakat. Selain itu menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak. Karenanya, pengembangan dan pemberdayaan koperasi serta UMKM di Kabupaten Sintang terus dilakukan Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Sintang.

Dikatakannya, salah satu upaya untuk pengembangan koperasi dan UMKM, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang memberikan pelatihan audit bagi pengawas koperasi di Kabupaten Sintang. “Pelatihan audit bagi pengawas diarahkan agar pengawasan internal koperasi dapat berjalan sesuai peran dan fungsinya,” katanya.

Sudirman menegaskan peran pengawas koperasi sebagai salah satu sistem perangkat organisasi koperasi sangatlah penting. Dia berharap dengan adanya pelatihan ini, pengawas koperasi dapat benar-benar menjalankan tugasnya untuk pengembangan koperasi.

Dikatakannya, berdasarkan evaluasi terhadap pelaksanaan RAT, persentase koperasi di Kabupaten Sintang yang melaksanakan RAT sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah koperasi aktif yang ada. “Salah satu kendala yang dihadapi koperasi ialah tidak berfungsinya pengawasan intern yang dilakukan pengawas. Hal tersebut karena sumber daya pengawas yang masih lemah,” ujarnya. (IP-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *