Polda Kalbar Tangkap Nelayan Bawa 39 Jenis Peledak dan 15 Detonator

Ilegal Fishing Polda Kalbar
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak didampingi Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Amrin Remico, Dir Pol Airud Polda Kalbar dan Dansat Brimob Polda Kalbar, menggelar Press Release Illegal Fishing dengan menggunakan bahan peledak (Bom Ikan) di Graha Ranavat, Mako Dit Pol Airud Jalan Khatulistiwa Pontianak, Rabu (19/4/2017), pukul 12.30 WIB.

“Ini hasil Pengungkapan di wilayah perairan Muara Sebanggu Kabupaten Sambas pada saat anggota Dit Pol Airud Polda Kalbar berpatroli,” ujar Kapolda Kalbar.

Muat Lebih

Dit Pol Airud Polda Kalbar melakukan pemeriksaan terhadap Nahkoda kapal Nelayan inisial D (47), Sabtu (15/4/2017) sekitar pukul 01.30 WIB. Dengan hasil, petugas menemukan bahan untuk membuat Bom Ikan yang digunakan untuk menangkap Ikan di perairan di Daerah Natuna Kepulauan Natuna Provinisi Kepri.

Sebanyak 39 jenis bahan peledak yaitu berupa TNT sebanyak 10 ons, Detonator sebanyak 15 Buah, Ammonium Nitrat Pupuk sebanyak 200 Kg, Alat pemicu ledakan Korek Api sebanyak 1 kotak besar isi 10 korek kotak kecil, 1 (Satu) unit Kompresor, 30 Botol Kaca, 20 botol Aqua, 25 Kg Batu, 3 (Tiga) buah fiber berisi es dan Palka Kapal Berisi es.

Berdasarkan keterangan tersangka, maka Nakhoda KM D dikenai pasal UU Darurat No. 12 tahun 1951 tentang bahan peledak sub pasal 84 ayat 1 dan 2 UU No. 45 tahun 2009 perubahan atas UU no. 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Pada saat dilakukan penyidikan tersangka D mengatakan secara rinci pembuatan Bom ikan mulai dari peracikan bahan peledak sampai dengan pemasangan Pemicu detonator.

Pada saat ini D beserta Anak Buah Kapal sudah diamankan, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Pemangkat Polres Sambas, melaksanakan pemeriksaan rumah warga Dusun Sutra desa Parit Baru Kecamatan Salatiga Kabupaten Sambas yang merupakan pemasok detonator. (IP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *