Polres Sintang Tetapkan Pegawai Dishub Tersangka Pungli

Kasat Reskrim Sintang AKP Eko Mardianto
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Polres Sintang telah menetapkan seorang Pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang yang tertangkap OTT pungutan liar (pungli) parkir, sebagai tersangka.

Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Eko Mardianto menyatakan, pegawai Dishub Sintang atas nama Mapari di OTT pada Minggu (9/4) lalu, karena telah melakukan pungli pada petugas pakir.

Muat Lebih

Dijelaskan Eko, modus pungli yang dilakukan Mapari yaitu mengambil uang dari tukang parkir, yang sebelum nya diberikan karcis. Tapi karcis itu tidak diberikan ke masyarakat yang parkir.

“Seharusnya karcis diberikan pada masyarakat yang parkir,” tegasnya, Rabu (19/4/2017).

Dibeberkan Eko, barang bukti yang diamankan dari Mapari yaitu karcis sekitar 109 lempar, uang Rp 515 ribu. Tersangka menarik pungutan di tiga tempat saat ditangkap. “Kami telah mengintainya sejak dari Pasar Masuka dan ditangkap di Pasar Tanjungpuri,” ungkap dia.

Eko menegaskan, pihaknya akan mengaudit praktik pungli ini sejak 2013. Sebab penanganannya menggunakan UU Tipikor.

Kata Eko, penarikan uang dari tukang parkir yang dilakukan tersangka memang ada ketentuannya retribusi daerah.
Tapi penarikan retribusi itu tidak pakai karcis. “Mesti kami dalami juga, setiap harinya berapa sebenarnya yang disetorkan petugas parkir pada tersangka dan berapa yang disetor tersangka pada bendara Dishub,” bebernya.

Dia mengatakan, fakta di lapangan parkir tidak pernah dikasih karcis. “Kalau memang tersangka menargetkan lokasi parkir ini rame dan lokasi parkir itu sepi harus berdasrkan karcis ini. Jangan asal main tentukan titik parkir ini Rp100 ribu, itu Rp 200 ribu. Tidak bisa seperti itu,” tegasnya.

Eko menyatakan, proses kasus ini masih panjang, jika ada tersangka lain akan mereka release. Sampai saat ini, Polres Sintang telah memeriksa 11 saksi. Dikatakan dia, saksi yang diperiksa masih orang di lapangan.

Untuk Kepala Bidang (Kabid) dan Kadishub Sintang belum diperiksa. “Kadisnya nanti akan kami periksa. Mereka akan dipanggil,” kata Eko.

Ditambahkan Eko, sebenarnya tiap hari tersangka setor ke bendahara di Dishub. Tapi sekarang sebulan sekali setornya. (IP-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *