BNNK Sintang Gencarkan Razia Narkoba

Ilustrasi narkoba
banner 468x60

SINTANG, insidepontianak.com – Selain terus mensosialisasikan bahaya narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sintang bakal mulai melakukan penegakan hukum terhadap pengedar narkoba. Tahun ini, BNNK Sintang bakal memperbanyak razia narkoba. Demikian disampaikan Kepala BNNK Sintang, Agus Akhmadin, saat ditemui di kantornya.

“Tahun 2017, kami mulai melakukan penegakan hukum terhadap pengedar narkoba. Kami akan mulai melakukan penangkapan dan memproses hukumnya,” katanya.

Di tahun ini juga, lanjut Agus, BNNK Sintang bakal memperbanyak razia ke tempat—tempat hiburan malam maupun tempat kos yang dianggap rawan adanya peredaran narkoba. “Upaya pencegahan peredaran narkoba melalui penyuluhan bahaya narkoba, juga akan ditingkatkan. Begitu juga proses rehabilitasi terhadap pengguna narkoba, akan semakin ditingkatkan,” bebernya.

Dikatakan Agus, BNNK Sintang berupaya terus mensosialisasikan pentingnya rehabilitasi terhadap para pecandu narkoba. Katanya, masyarakat harus sadar, jika ada keluarganya yang menjadi korban narkoba, mau membawanya ke BNNK Sintang agar direhabilitasi. “Jika pecandu narkoba datang ke BNNK dengan kesadarannya sendiri untuk direhabilitasi, maka tidak akan diproses hukum,” tegasnya.

Di awal tahun 2017 ini, kata Agus, sudah dua orang pecandu narkoba yang datang ke BNNK untuk direhabilitasi. Satu orang korban narkoba, sudah dibawa ke rumah singgah di Nanga Pinoh untuk menjalani rehabilitasi. Sementara itu, satu orangnya lagi sedang dalam pemeriksaan medis di RSUD Sintang.

“Kedua orang yang meminta direhabilitasi ini berusia di atas 20 tahun. Para remaja ini awalnya tidak mau direhab, tapi setelah dibujuk orangtuanya akhirnya mereka bersedia direhabilitasi,” katanya.

Sepanjang tahun 2016 lalu, lanjut Agus, ada empat orang pecandu narkoba yang direhabilitasi. Sementara itu, baru-baru ini, BNNK Sintang juga melakukan penyuluhan bahaya narkoba ke SMPN 2 Kelam Permai yang bekerjasama dengan mahasiswa pasca sarjana Untan. Sebanyak 67 siswa mengikuti penyuluhan bahaya narkoba ini. “Kami juga melakukan tes urine ke sejumlah siswa di SMPN itu dan hasilnya negatif,” katanya.(IP-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *