LPMB Ajak Pelaku Usaha Memajukan Perdagangan Antar Negara

Ahadi Subri, Area Head Bank Mandiri Kalbar
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – Besarnya potensi ekonomi di Kalimantan Barat, belum sepenuhnya bisa tereksplorasi dengan baik oleh pelaku usaha maupun masyarakat. Demikian persoalan yang tengah dibahas oleh Lembaga Pengembangan Media Borneo (LPMB) dengan sejumlah pihak, baik pemerintah maupun swasta pada acara seminar Pengembangan Ekonomi Perbatasan Pasca Pembukaan tiga PLBN di Kalbar, di Hotel Aston Pontianak, Rabu (26/4/2017).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sambas, Hairiah, Staf Ahli III Bupati Sanggau, Safarani Mastar, Area Head Bank Mandiri Kalbar, Ahadi Subri, Kepala Subbagian Pengawasan Bank, OJK Kalbar, Adnan Sharif, Asisten Manager, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Hafind Jati Husodo, Kabid Pemberdayaan UKM Diskop dan UKM Kalbar, Henry Amin, dan Pengamat Ekonomi Perbatasan Untan Pontianak, Dr Fariastuti Djafar yang hadir menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut

Muat Lebih

“Persoalan ekonomi di perbatasan membuat LPMB tertarik untuk menggelar diskusi dengan sejumlah pihak, baik pemerintahan dari kawasan daerah perbatasan sendiri, kemudian akademisi serta pelaku usaha. Upaya ini untuk dieksplorasi kembali potensi yang ada, sehingga bisa mendatangkan hal-hal positif bagi masyarakat,” ujar Ketua LPMB, Muhlis Suhaeri.

Terlebih kawasan perbatasan merupakan kawasan pintu masuk dan keluarnya barang ataupun orang dari suatu negara, tentu bila dapat dikelola dengan baik, maka mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Namun, perlu kecermatan pelaku usaha atau UMKM meraih dan menarik keuntungan di balik border tersebut, dan inilah tujuan kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Area Head Bank Mandiri Kalbar, Ahadi Subri mengaku berkomitmen mendukung program pemerintah, salah satunya yakni percepatan pembangunan perekonomian di daerah perbatasan negara.

“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan yang terbaik, dengan mempersiapkan kebutuhan produk perbankan yang tepat untuk nasabah kami,” ujarnya.

Untuk pelaku UMKM di daerah perbatasan, Bank Mandiri mengaku siap memasarkan produk kredit usaha, terutama pada segmen mikro, baik dalam produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau Kredit Usaha Mikro (KUM).

“Kami berharap penyaluran kredit ini dapat membantu permodalan pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya, sehingga dapat bersaing dan menembus produk perbatasan,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait keberadaan jaringan kantor Bank Mandiri di daerah, khususnya di kawasan perbatasan, Ahadi mengatakan, pihaknya telah membuka kantor cabang di daerah perbatasan, yakni di Kabupaten Sambas, Entikong dan Balaikarangan (Kabupaten Sanggau) serta di Putussibau (Kabupaten Kapuas Hulu)

“Tentunya, kita berharap ini dapat membantu UMKM untuk mengatasi kebutuhan produk perbankan dan kemudahan bertransaksi,” harapnya.

Selain membuka kantor cabang, pihaknya juga telah mempersiapkan produk e-Chanell Bank Mandiri berupa ATM, SMS Banking, Mandiri Mobile, dan Mandiri Online.

“Kita juga bersinergi dengan Bea dan Cukai dalam hal penerimaan pajak dan pembayaran transaksi lintas batas, di mana Bank Mandiri menyediakan fasilitas mesin EDC,” terangnya. (IP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *