Masyarakat Ingin Merasakan Dampak Keberadaan PLBN

Staf Ahli III Bupati Sanggau, Safarani Mastar
banner 468x60

PONTIANAK, insidepontianak.com – masyarakat harus merasakan dampak dari keberadaan Perbatasan Lintas Batas Negara (PLBN). Hal itu dikatakan Staf Ahli III Bupati Sanggau, Safarani Mastar dalam seminar yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Media Borneo (LPMB) di Pontianak, Rabu (26/4/2017) bertema, “Pengembangan Ekonomi Perbatasan Pasca Pembukaan Tiga PLBN di Kalbar.”

“Kabupaten Sanggau dengan kawasan perbatasan Entikong yang merupakan PLBN tertua se Indonesia,” ujarnya.
Berkaitan dengan peluang dengan regulasi yang ada, yaitu hampir semua kewenangannya diambil oleh pusat, dan ini merupakan peluang. Sebab jika berbicara masalah anggaran pusat lebih banyak dibandingkan dengan daerah.

Muat Lebih

Kemudian peluang dari partisipasi dari masyarakat, dimana Entikong memiliki pasar tradisional yaitu pasar minggu yang berada di kawasan sekitar PLBN, warga dapat berjualan bahkan tanpa menggunakan paspor. Seperti aneka kerajinan, produk makanan, atau rempah-rempah yang memiliki nilai jual untuk dipasarkan.

“Sehingga masyarakat di perbatasan tidak hanya menjadi penonton, dan ini juga sejalan dengan program dari Presiden Joko Widodo yang ingin membangun daerah dari pinggiran,” ujarnya.

Apalagi juga apa pembangunan dryport, sehingga apabila sudah diresmikan akan menjadi pintu ekspor dan impor yang berdampak positif bagi masyarakat. Tentu yang menjadi harapan dari pemerintah adalah, masyarakat dapat mengusulkan beberapa produk yang dapat dijual dan dapat dikembangkan dengan dibukanya pintu tersebut. (IP-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *