Cerita Alumni Untan Bekerja di PT WHW hingga Belajar ke Tiongkok

Foto ANTARA
banner 468x60

KETAPANg, insidepontianak.com – Mikael awalnya tidak pernah menyangka punya kesempatan bisa menginjakkan kaki ke tanah Tiongkok. Alumni mahasiswa Universitas Tanjungpura Pontianak ini sebelumnya hanya bisa mengamalkan pribahasa di bangku sekolah. “Tuntutlah ilmu hingga ke Negeri Cina,” akhirnya bisa terwujud.

“Semua itu karena PT WHW,” kata Mikael.

Muat Lebih

Saat ini Mikael adalah Wakil Kepala Departemen Dekomposisi di PT WHW. Ia mengaku di perusahaan ini banyak sekali ilmu yang diperoleh tentang teknologi, khususnya tentang alumina langsung ke Tiongkok.

“Sebelum masuk ke perusahaan, saya melihat pengumuman di mana PT WHW sedang membuka lowongan. Kemudian saya mendaftar,” katanya.

Lelaki asli Pontianak ini mengatakan, dia mengikuti semua tahapan untuk masuk ke WHW AR, seperti seleksi berupa psikotest, tes tertulis, hingga wawancara.

Selain itu, ia mendapat kesempatan belajar Bahasa Mandarin di Untan selama 4 bulan, hingga mengikuti pelatihan fisik selama 5 hari, sebelum akhirnya belajar ke Tiongkok selama 6 bulan.

“Sebelum berangkat sudah dibagi ke beberapa tim, saya masuk di tim alumina bagian Dekomposisi. Di sana saya belajar teknologi mesin dan dasar-dasar keselamatan. Saya sangat senang karena ini pertama kali saya ke luar negeri sambil belajar,” kata Mikael.

Menurutnya, dengan adanya transfer teknologi ini, WHW AR berusaha menyejahterakan karyawannya dalam berbagai hal. Apalagi, sampai saat ini transfer teknologi masih terus berjalan di berbagai lini operasi produksi.

“Saya percaya bahwa WHW akan bertumbuh semakin jauh lebih baik ke depannya seiring dengan pengembangan yang terus dilakukan di internal WHW,” kata Mikael.

Keberadaan WHW AR juga turut memperhatikan kondisi di sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat di Kalimantan Barat, yang ikut direkrut untuk menjadi karyawan. Warga asli di sekitar WHW AR turut menempati posisi strategis dalam mengambil keputusan.

Salah satunya adalah Andi Umar, Wakil Kepala Departemen Raw Material yang berasal dari Ketapang. Andi sudah bergabung dengan WHW sejak 2014, sebelum pabrik alumina beroperasi. Ia menceritakan saat itu dirinya masih ada di divisi kendaraan dan diberi kepercayaan untuk mengemban tugas lebih.

“Saya masuk dari di bulan Januari tahun 2014. Saat itu masih di divisi kendaraan karena pabrik aluminanya belum beroperasi. Pabrik alumina ini adalah pabrik pertama di Ketapang,” kata Andi Umar.

Dikatakan, keberadaan WHW AR memberi dampak yang sangat positif bagi daerah sekitarnya. Misalnya saja, “Banyak tenaga kerja terserap di WHW dan meningkatkan perekonomian penduduk di wilayah Kendawangan,” katanya.

Andi mengatakan, alumina merupakan hal baru yang tidak semua orang bisa belajar sendiri melalui teori sehingga harus ada praktek, dan sampai sekarang masih dalam tahapan transfer teknologi.

Selain pekerja Indonesia yang dikirim ke Tiongkok untuk belajar teknologi, pekerja Tiongkok yang dimanfaatkan untuk transfer teknologi di Indonesia pun juga diajarkan mengenai budaya Indonesia. Tian, salah satu pekerja asal Tiongkok mengatakan, kedatangannya ke Indonesia dalam rangka untuk mengembangkan pengoperasian teknologi WHW AR sekaligus mengarahkan para pekerja Indonesia.

“Kalau lagi di jam kerja, saya bertugas untuk memonitoring pengoperasian yang ada di sini dan pada waktu istirahat, biasanya saya belajar budaya Indonesia dari rekan-rekan pekerja Indonesia,” kata Tian. (IP-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *