Lahan Kosong Terbakar, Sintang Siaga Kebakaran Hutan

banner 468x60

Sintang, insidepontianak.com – Lahan kosong di Jerora II, Rabu siang terbakar.
Api langsung membumbung tinggi melahap semak semak di lahan kosong tersebut. Petugas kebakaran yang tiba di lokasi kebakaran dengan empat unit mobil kebakaran langsung mengisolasi lokasi kebakaran.

Puluhan petugas pemadam kebakaran berjibaku berusaha memadamkan api yang terus melahap semak semak di lahan itu.
Selang 10 menit proses pemadaman api berlangsung, tiba tiba delapan orang petugas kebakaran membawa dua tandu masuk ke lokasi kebakaran.

Tidak beberapa lama, kedelapan petugas kebakaran tersebut kembali keluar dari lokasi kebakaran dengan menggotong dua rekannya yang cidera. Proses evakuasi terhadap dua petugas yang cidera dalam peristiwa kebakaran lahan tersebut berlangsung cepat. Dua petugas yang cidera itu dibawa ke tempat yang aman.

Peristiwa ini merupakan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan Badan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang. Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengatakan simulasi ini dilakukan karena beberapa waktu lalu pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi Peraturan Bupati Sintang nomor 38 tahun 2017 tentang SOP Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Kabupaten Sintang.

“Simulasi ini untuk membangun koordinasi dengan dinas terkait sehubungan antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan menjelang mmusim kemarau,” katanya.
Dikatakan dia, dengan semakin mantapnya koordinasi antar Instansi, diharapkan jika terjadi kebakaran hutan dan lahan, semuanya sudah siap bergerak.

“Setelah ini kami terus sosialisasi Dan simulasi pencegahan penanggulangan kebakaran lintas instansi,” katanya.

Dijelaskan Martin Nandung, Pemkab Sintang akan membentuk tim penanggulangan kebakaran Di masing masing kecamatan. Sehingga sampai ke desa akan punya satlakar.
Di setiap perusahaan perkebunan juga punya kelompok pemadam kabakaran sendiri, semua akan sinergisitas. Sehingga punya kekuatan sampai tingkat desa untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Sehingga setidaknya desa bisa antisipasi awal jika terjadi kebakaran lahan,” katanya. (IP-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *