Dewan Sintang Dukung Lestarikan Adat Istiadat

Foto Suara Kapuas
banner 468x60

Sintang, insidepontianak.com – Anggota DPRD Sintang, K. Daniel Banai mendukung langkah Pemkab Sintang yang memberikan perhatian penuh terhadap kehidupan masyarakat adat. Menurut Daniel, masyarakat adat harus terus memperkuat diri untuk mempertahankan adat istiadat.

“Identitas, mengenal nilai adat dan harus membentuk wilayah masyarakat adat. Kalau wilayah adat habis, gawai akan hilang. Masyarakat adat harus bersatu menjaga seni budayanya,” pinta K. Daniel Banai.

Muat Lebih

Daniel mengatakan pembangunan rumah betang di Desa Sirang Sitambang merupakan bentuk keperdulian masyarakat terhadap adat istiadatnya. Pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward yang juga Ketua Adat Dayak Kabupaten Sintang. Jeffray menyampaikan rasa bangganya dengan semangat masyarakat untuk membangun dan mendirikan rumah adat sebagai tempat bertemu.

“Pemkab Sintang juga sedang menyelesaikan rumah betang, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa digunakan. Saya mendukung adat istiadat dan seni budaya bisa dilestarikan dan diajarkan pada generasi muda. Saya sepakat pembangunan bidang budaya harus dilakukan,” katanya.

Agustinus Aci, anggota DPRD Sintang menyatakan dirinya merasa bangga dengan berdirinya rumah adat di Desa Sirang Sitambang. “Rumah adat Rio Nato harus dijaga, dipelihara dan digunakan dengan baik. Kadang-kadang membangun mudah, tapi memeliharanya sulit. Gunakan rumah adat ini untuk melestarikan seni budaya seperti pengembangan seni anyaman,” pinta Agustinus Aci.

Hendrika Kadisporaparekraf Kabupaten Sintang menyatakan senang karena pengaturan acara gawai dan peresmian ini sangat baik. “Saya berharap Desa Sirang Sitambang ini menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangan seni budaya dan adat istiadat. Rumah adatnya di jaga bersama dan gunakan untuk tempat bertemu,” pinta Hendrika.

Sabinus Kakau Ketua Panitia Pembangunan Rumah Adat Rio Nato menjelaskan pembangunan rumah adat sudah dirancang sejak Agustus 2015 lalu. “Ada pemasukan dana untuk pembangunan Rumah Adat Rio Nato yakni dari Alokasi Dana Desa Tahun 2015, Alokasi Dana Desa Tahun 2016 dan hasil pengelolaan tanah kas desa dengan total dana 169 juta,” katanya.

Dikatakan Dia, semua dana yang ada sudah dipakai untuk pembelian bahan, upah tukang dan konsumsi sebesar Rp167 juta sehingga ada saldo dana Rp1,6 juta. (IP-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *