Pemkab Sintang Bangun Rumah Sakit Pratama di Serawai

Lintas Kapuas

SINTANG, insidepontianak.com – Pemkab Sintang memulai pembangunan rumah sakit pratama di Kecamatan Serawai.
“Pembangunan rumah sakit pratama di Kecamatan Serawai ini untuk meminimalisir kedatangan pasien ke RSUD Ade M Djoen Sintang. Jadi untuk masyarakat di Ambalau dan Serawai yang ingin berobat tidak perlu lagi ke Kota Sintang,” kata Bupati Sintang Jarot Winarno, Sabtu (8/7/2019).

Dikatakan Jarot, pembangunan rumah sakit pratama di Serawai ini harus maksimal. Meski mobilisasi material menjadi kendala karena masih buruknya akses jalan darat. “Tapi saya minta pembangunan Rumah Sakit Pratama di Serawai harus bisa sama persis dengan rumah sakit pratama yang lainnya, baik itu dari segi bangunan maupun sarana dan prasarananya,” pinta Jarot.

Bacaan Lainnya

Diinginkan Jarot, apapun yang menjadi kendala progres pembangunan Rumah Sakit Pratama ini harus selesai pada 15 November 2017. “Pada akhir November saya akan meresmikan langsung,” kata Jarot Winarno. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harisinto Linoh menjelaskan pembangunan Rumah Sakit Pratama merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan RI.

“Pembangunan Rumah Sakit Pratama ini hanya ada 23 di seluruh Indonesia, termasuk di Sintang yang dibangun di Kecamatan Serawai. Jadi tidak semua kabupaten mendapat bantuan pembangunan Rumah Sakit Pratama,” terang dr. Harisinto Linoh.

Dikatakan Sinto, Rumah Sakit Pratama dibangun menggunakanan DAK dengan dana Rp21,3 miliar untuk membangun fisik dan pembelian alat kesehatan. “Untuk tenaga kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sintang akan terus merekrut tenaga baik mutasi PNS dan juga Honorer khusus untuk Perawat, bidan, kesehatan masyarakat dan gizi. Di rumah sakit ini nanti akan ada 8 dokter umum dan untuk dokter spesialis akan dilakukan penjadwalan dari Kota Sintang.

“Rumah Sakit Pratama dibangun diatas tanah seluas 2 hektar, dengan memiliki fasilitas yang cukup lengkap, seperti tempat bersalin, ruang rawat inap, poli-poli, kamar operasi, ambulance dan speedboat 115 PK jika dibutuhkan untuk dirujuk ke Kota Sintang,” jelas Sinto. Diharapkan Sinto dengan dibangunnya rumah sakit itu maka akan mengurangi angka rujukan pasien ke Kota Sintang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *