Ini Dilakukan Kapolda Kalbar di Polres Ujung Negeri

Foto Tribrata
banner 468x60

SAMBAS, insidepontianak.com – Ada pemandangan berbeda hari ini di Mapolres Sambas. Apakah itu? Rupanya, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Erwin Triwanto saat mengunjungi Mapolres di ujung negeri itu.

Tujuan kehadiran orang nomor satu di Kepolisian Daerah Kalimantan Barat adalah dalam rangka kunjungan kerja dan tatap muka dengan anggota Polres Sambas dan Jajaran.

Muat Lebih

Bertempat di Aula Mapolres Sambas, Erwin Triwanto memberikan pengarahan kepada personel jajaran Polres Sambas.  Erwin Triwanto mengingatkan, setiap personel untuk menjalankan kewajiban tugas Polri. Itu dilakukan demi menjamin terciptakan situasi keamanan, ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif yang menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Lakukan langkah koordinasi bersama jajaran TNI, Pemda dan para tokoh masyarakat. Dengan memberdayakan potensi yang ada untuk bersama memelihara Kamtibmas yang kondusif,” kata Erwin Triwanto SH, Kamis, 20 Juli 2017, dalam siaran persnya yang diterima insidepontianak.com.

Erwin menegaskan, integritas seorang Polri harus teruji. Apalagi tidak ada main-main dengan Narkoba. “Jika ada anggota yang terlibat dipecat saja, jangan ada pendampingan bidkum bagi anggota yang terlibat narkoba,” ucap Erwin mengingatkan.

Sebagai anggota polisi, harus mempunyai sikap dan komitmen yang jujur. “Benar dan adil dalam penegakan hukum serta melayani dengan cepat dan ihklas, “ujar Erwin dalam arahannya.

Polri adalah aset utama Negara, memiliki sejarah dalam kehidupan politik nasional, mulai dari berdirinya Polri 1946 sampai dengan Reformasi Polri 2002 yang diiringi dengan perubahan Instrumental, struktural dan Kultural. Sedangkan terkait reformasi Polri sejatinya sudah berjalan sejak 1998.

“Tiga aspek itu kan, kultural, instrumental, struktural. Memang yang berat masalah kultural perilaku anggota untuk lebih humanis, perilaku yang non koruptif, pembenahan pada aspek pelayanan publik serta penegakan hukum yang professional,” kata Erwin.

Dalam penegakan hukum semuanya harus dilakukan pembinaan. Oleh karena itu, menyangkut masalah sub kultur organisasi, budaya yang sudah tidak tepat lagi.

“Harus ditinggalkan dan melakukan perubahan menuju era yang transparan, akuntabel, dan bebas dari KKN,” tutur Erwin.

Terkait soal rekrutmen anggota Polri, Erwin menegaskan, Polri mencari orang-orang terbaik untuk menjadi anggota polisi. Sebab, rekrutmen seleksi awal itu sangat menentukan kinerja.

“Jangan hanya gara-gara satu kepentingan kita justru kehilangan sebuah aset terbaik Polri. Kalau memilih orang yang tidak tepat, orang yang salah, akan menjadi duri dalam organisasi dan masyarakat,” kata Erwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *