Buruh Sawit Kalbar Kecewa Kenaikan Upah 2018

Ist

MELAWI, insidepontianak.com – Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Melawi, Benny Panjaitan kecewa keputusan pemerintah daerah menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) belum sesuai harapan Kebutuhan hidup Layak (KHL) di Melawi.

Sebagaimana diketahui, UMK Melawi sudah disepakati untuk mengalami kenaikan menjadi Rp 2.118.214 pada 2018 dari UMK sebelumnya Rp 1.948.500. Kenaikan ini disepakati dalam rapat bersama dewan pengupahan Melawi yang juga dihadiri unsur pemerintah, pengusaha melalui APINDO serta serikat buruh.

Bacaan Lainnya

“Sesuai pada SK Gubernur Kalbar mengenai penetapan UMP, maka langkah-langkah yang akan kami ambil. KSPSI Melawi berharap kenaikan UMK minimal 10 persen dari UMK tahun lalu,” tutur Benny.

Bahkan pihaknya bersedia melakukan survei harga-harga KHL di pasar Kota Nanga Pinoh bersama dinas terkait. Baginya, KHL di Kota Pontianak sangat jauh berbeda dengan di Melawi.

Bayangkan saja, sampai saat ini masih banyak perusahaan-perusahaan perkebunan di Melawi yang memberikan upah kepada para karyawannya seharga Rp 75.000 per hari, dengan masa kerja perbulan hanya 12 hari. Artinya karyawan itu hanya menerima upah Rp.900.000 per bulan.

“Menurut saya itu masihlah kurang,” paparnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Melawi, P.R Benirobin mengatakan, keputusan kenaikan UMK Melawi sendiri ditetapkan dalam rapat pada 30 Oktober 2017.

“Keputusan sudah kita laksanakan melalui rapat dewan pengupahan yang lalu,” katanya.

Robin menuturkan pembahasan dalam penentuan pengupahan, telah melewati seluruh unsur, sesuai kebutuhan masyarakat per harinya. Tahun ini UMK Melawi ditetapkan sebesar Rp 1.948.500.

“UMK dibahas bersama dewan pengupah dan di setujui Bupati Melawi tinggal menunggu SK gubernur kalbar,” paparnya. (IP- 02)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *