banner 468x60

Wabah Jamur Kulit Serang Empat Paus di Aceh

  • Bagikan
KBA One

Banda Aceh, insidepontianak.com – Ternyata bukan hanya manusia saja yang rentan terkena penyakit kulit akibat jamur. Di Banda Aceh, ternyata jamur kulit juga bisa menyerang biota laut. Satu di antaranya empat ekor paus ditemukan mati gara-gara jamur kulit bersarang di badan paus.

Basri, ketua tim evakuasi paus terdampar di Aceh Besar, mengatakan, empat paus yang mati tersebut terpaksa di kubur di sekitar Pantai Ujung Kareung. Sebab, menenggelamkannya ke lautan terkendala dengan peralatan.

“Prosedurnya, paus-paus yang mati tersebut ditenggelamkan di lautan. Namun karena terkendala alat, maka empat paus tersebut terpaksa dikubur,” kata Basri.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, empat paus yang mati di Aceh Besar, diduga terkena jamur.

“Dugaan sementara, empat paus mati yang sebelumnya sempat terdampar di Aceh Besar terkena jamur di kulit dan mulut,” kata Sapto Aji Prabowo di Aceh Besar, Selasa (14/11/2017) dilansir Antara.

Sebelumnya, empat dari 10 paus yang terdampar di Pantai Ujung Kareung, Gampong Durung, Kecamatan, Aceh Besar, ditemukan mati, Selasa. Paus-paus tersebut terdampar sejak Senin (13/11) pagi.

Sapto Aji Prabowo mengatakan, dugaan terkena jamur setelah tim BKSDA, tim ahli paus dari Bali, serta instansi terkait lainnya memeriksa kondisi bangkai empat ikan paus tersebut.

Sapto Aji Prabowo menyebutkan, dugaan terkena jamur bisa dilihat di kulit dan mulut paus. Jamur tersebut berulat ketika diperiksa. Jamur mempengaruhi metabolisme paus, sehingga diduga menyebabkan kematian Namun, lanjut dia, untuk memastikan penyebab kematian empat paus tersebut, maka dilakukan otopsi. Otopsi dilakukan tim dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

“Penyebab kematian paus-paus tersebut belum bisa dipastikan. Kepastian menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim FKH Universitas Syiah Kuala,” kata Sapto Aji Prabowo.

Menyangkut proses otopsi, Sapto Aji Prabowo mengatakan, pihak terpaksa meminta bantuan alat berat. Alat berat digunakan menarik paus dari bibir pantai ke daratan.

“Kami terpaksa menariknya dengan alat berat. Sebab, berat paus diperkirakan mencapai 10 ton dengan panjang sembilan meter lebih,” ungkap Sapto Aji Prabowo menyebutkan. (IP-02)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: