Gara-gara Tahun Politik Penjualan Sektor Properti Bisa Kandas 2018

Solo Pos

JAKARTA, insidepontianak.com – Real Estate Indonesia (REI) memperkirakan pertumbuhan sektor properti tahun depan bakal cenderung stagnan, dipicu kondisi tahun politik yang menahan minat pelaku usaha dan investor berekspansi. Pasalnya, meskipun perekonomian diyakini bakal melaju lebih kencang dibandingkan tahun ini, tahun depan merupakan tahun politik.

Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Bidang Tata Ruang dan Properti Ramah Lingkungan Real Estate Indonesia Heri Ganie mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi diyakini melaju kencang, pelaku usaha dan investor diperkirakan cenderung menahan diri untuk berekspansi pada tahun kampanye politik. Imbasnya, pertumbuhan sektor properti akan tertahan.

Bacaan Lainnya

“Kami inginnya juga bergerak, masa kami ingin stagnan begitu saja, tetapi kondisi politik kami tidak bisa perkirakan. Hal yang jelas tahun depan sudah mulai tahun politik (yang) menjadi kekhawatiran bagi kami pelaku usaha,” tutur Hari di Jakarta, Selasa (21/11/2017), dilansir cnnindonesia.

Potensi permintaan properti di Indonesia sebenarnya masih sangat besar. Hal itu ditopang oleh jumlah penduduk yang terus tumbuh. Namun, Heri mengingatkan permintaan itu belum tentu ditopang oleh daya beli.

Tak ayal, hingga kini, masih banyak penduduk yang belum memiliki rumah. Pemerintah mencatat setidaknya masih diperlukan 13,5 juta unit rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat (backlog).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *