Pesona wisata kerajaan Bekantan Kaltara

Foto by Antara

TARAKAN, insidepontianak.com – Setiap hari sekitar 10.00 Wita, seorang pria menyiapkan beberapa tandan pisang dan membawanya dengan gerobak menyelusuri jembatan ulin yang membelah kerimbunan hutan mangrove.

Setelah beberapa puluh meter membawa gerobak dari gudang makanan itu, pria berusia sekitar 50 tahun tersebut membongkar muatannya dan memindahkan ke sebuah bangunan mirip altar terbuat dari papan ulin.

Bacaan Lainnya

Ternyata bangunan bertiang sekitar empat meter dari permukaan tanah itu adalah meja makan bagi Bekantan atau Nasalis larvatus.

Setelah menanti hampir 10 menit terdengar suara teriakan komunikasi di antara satwa langka jenis primata berhidung panjang itu.

BACA JUGA PLTU Batang Dukung Program Sekolah Berbudaya Lingkungan

Tidak lama terdengar teriakan tersebut, terdengar suara dahan, ranting, dan daun bergoyang serta kelebatan primata berbulu cokelat kemerahan itu.

Ukurannya bervariasi karena sebagian tergolong masih anak-anak namun yang terbesar seukuran anak usia 10 tahun.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *