Satgas Waspada Sebut Tekfin Ilegal Asing dari China, Korsel dan Rusia

Foto ANTARA

Jakarta, insidepontianak.com – Satgas Waspada Investasi menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis teknologi (tekfin) atau “financial technology (fintech)” ilegal asing berasal dari China, kemudian ditambah dari Rusia dan Korea Selatan.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing di Jakarta, Rabu mengatakan perusahaan tekfin ilegal asing yang berasal dari China sebanyak 10 persen atau 23 perusahaan, dari total 231 perusahaan asing dan domestik yang dihentikan kurun Januari-Februari 2019.

Bacaan Lainnya

“(Dari China), kira-kira tidak sampai 10 persen dari total. Ada lagi dari Rusia, Korea Selatan. China kebanyakan,” ujar dia, Rabu, 13 Februari 2019.

Menurut Tongam, sangat tidak mudah untuk membasmi perusahaan tekfin ilegal luar negeri sebab perusahaan tersebut bekerja secara virtual dan dapat berganti-ganti nama dengan mudah. Satgas baru mengetahui lokasi dan identitas perusahaan tersebut ketika penyidik kriminal siber dari Kepolisian sudah turun tangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *