12 Posko Telah Didirikan Tangani Banjir Bengkulu

Foto BNPB

BENGKULU, insidepontianak.com  – Posko Induk di BPBD Provinsi Bengkulu telah didirikan tepatnya di Ruang Pusdalops. Tak hanya itu, BPBD juga telah mendirikan posko pengungsian di 12 titik lokasi. Rapat koordinasi terus dilakukan setiap hari. Penyelamatan, pencarian korban dan evakuasi korban dilakukan dengan menggunakan perahu karet.

Dapur umum didirikan dan melaksanakan pendistribusian makanan. Pengerahan tenaga aparat Pemda, POLDA, TNI/Polri, Lanal, BASARNAS, Tagana, ACT, PKPU, MDMC, mahasiswa, Perkumpulan Organisasi Tionghoa Bengkulu, dan organisasi lainnya.

Bacaan Lainnya

“Perbaikan darurat dilakukan, khususnya untuk mengatasi jalur transportasi dan distribusi bantuan,” kata Sutopo Purwo Negoro, Humas BNPB, dalam rilisnya kepada Insidepontianak.com, Minggu (28/4/2019).

Untuk mengatasi longsor yang menutup badan jalan, pemerintah setempat telah melakukan pembersihan material menggunakan alat berat (escavator), sehingga akses jalan dapat dilalui. Bahkan, juga sudah dilakukan survei untuk jalan dan jembatan yang putus. Ada pendataan dan pengamanan dengan memasang rambu peringatan di jalan.

Kendala yang dihadapi dalam penanganan darurat saat ini adalah sulitnya untuk menjangkau ke lokasi titik-titik banjir dan longsor dikarenakan seluruh akses ke lokasi kejadian terputus total. Koordinasi dan komunikasi ke Kabupaten/ Kota cukup sulit dilakukan karena aliran listrik banyak yang terputus.

“Pendistribusian logistik terhambat karena akses jalan banyak yang terputus karena banjir dan longsor,” kata Sutopo.

Titik lokasi bencana banjir dan longsor sangat banyak sedangkan jarak antar titik banjir dan longsor berjauhan, sehingga menyulitkan untuk mencapai semua lokasi. Terbatasnya dana/anggaran yang memadai sehingga menyulitkan operasional penanganan bencana.

Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsian, perahu karet,  selimut, makanan siap saji, air bersih, family kid, peralatan bayi, lampu emergency, peralatan rumah tangga untuk membersihkan lumpur dan lingkungan, sanitasi, dan tenaga relawan.

BPBD masih melakukan pendataan dampak bencana dan penanganan bencana. “Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan berintensitas tinggi masih dapat berpotensi terjadi di wilayah Indonesia,” katanya. (IP-01)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *