Gakkum KLHK Bongkar Perdagangan Online Barang dari Gading Gajah 

Foto Gakkum

PATI, insidepontinak.com – Tim Gakkum KLHK bekerja sama dengan Polres Pati, Kodim Pati dan BKSDA Jawa Tengah, mengamankan peredaran Tumbuhan Satwa Liar (TSL) dilindungi, Minggu (28/4/2019).

Tim berhasil menangkap tiga pemilik ratusan barang tersebut. Barang berupa pipa rokok, cincin, gelang dan kalung yang terbuat dari gading gajah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dalam rilisnya kepada Insidepontianak.com.

Bacaan Lainnya

Kegiatan operasi ini berawal dari hasil pantauan Tim Siber Patrol Gakkum KLHK yang menemukan 3 akun Facebook yang memperdagangkan bagian-bagian satwa dilindungi, berupa pipa rokok dari gading gajah.

Tiga akun itu menggunakan nama Chanif Mangku Bumi, Onny Pati dan Wong Brahma. Tiga akun tersebut aktif memperdagangkan pipa rokok dari gading gajah secara online, untuk pemesanan ke seluruh Indonesia.

Setelah dilakukan pelacakan dan pemantauan secara intensif, tim berhasil mengamankan tiga pemilik akun Facebook berinisial OF (38 tahun), CK (44 tahun) dan MHF (31 tahun). Mereka ditangkap dari tiga lokasi berbeda di Kabupaten Pati.

Saat ini tim PPNS Kementerian LHK masih memeriksa dan mengembangkan kasus untuk mengungkap keterlibatan pihak lain. Yang merupakan jaringan pelaku perdagangan online bagian satwa dilindungi.

“Kami akan terus meningkatkan upaya pemantauan aktivitas perdagangan satwa dilindungi secara online, melalui Siber Patrol,” ungkap Direktur PPH-Ditjen Gakkum KLHK, Sustyo Iriyono.

Hal itu dilakukan untuk mendeteksi dini kejahatan TSL di dunia maya, dan memberantas serta mengungkap jaringan hingga ke akarnya. Baik kejahatan melalui media online maupun kejahatan peredaran TSL ilegal konvensional lainnya, tetap menjadi sasaran penegakan hokum, guna melindungi kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang tinggi.

Sementara, Dirjen Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani menegaskan, terungkapnya kasus ini merupakan keberhasilan kolaborasi dan sinergitas Kementerian LHK, bersama dengan POLRI dan TNI dalam penegakan hukum terhadap kejahatan TSL.

“Kejahatan pemanfaatan gading gajah ini, diduga sangat signifikan berhubungan dengan tingkat kematian karena perburuan liar dan ancaman kepunahan satwa gajah, baik di dalam negeri maupun di luar negeri sehingga kejahatan ini bersifat transnasional,” ujar Sani.

Gakkum KLHK akan mengembangkan penyidikan jaringan perdagangan ilegal gading gajah ini, apakah berasal dari dalam negeri atau luar negeri, termasuk Kementerian LHK akan kerjasama dengan Interpol.

Dari penangkapan itu, tim berhasil mengamankan barang bukti berupa, satu gading gajah utuh berukuran 30 cm. Gading gajah potongan berukuran 20 cm – 30 cm berjumlah 18 buah. Pipa rokok dari gading gajah berbagai ukuran 5 cm – 20 cm  berjumlah 175 buah.

Gelang dari gading gajah berjumlah 31 buah. Cincin dari gading gajah berjumlah 53 buah. Kalung dari gading gajah berjumlah 4 buah. Gelang dari akar bahar  berjumlah 22 buah. Opsetan tanduk rusa berjumlah 7 buah. Kuku beruang madu berjumlah 17 buah. Peralatan pengrajinan berjumlah beberapa set.

Tiga pelaku akan dikenakan hukum pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Pasal 40 Ayat 2 Jo. Pasal 21 Ayat (2) huruf d, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah). (IP-01)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *