Alasan Ekonomi Suami-Istri Jadi Kurir Narkoba di Pontianak

Foto IP

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sepasang suami istri ditetap sebagai tersangka kasus narkoba, setelah keduanya tertangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar, sebagai kurir narkoba. Hal itu disampaikan Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono saat menggelar konferensi pengungkapan tindak pidana narkotika di halaman Mapolda Kalbar, Jumat (3/5) pagi.

Ada pun inisial pasangan ini ialah MJ (34) dan istrinya bernama IS (37). Keduanya ditangkap petugas di kediamannya di Jalan Ampera Raya, Desa Kuala Ambawang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan penjelasan MJ, dirinya menjadi kurir sejak tiga bulan terakhir. Dalam tiga bulan itu, dia baru tiga kali mengirimkan narkoba di tempat berbeda.

Saat pengiriman pertama, dirinya dapat upah sebesar Rp10 juta. Tapi pengiriman kedua dan ketiga, dia hanya diberi sejumlah uang dengan nominal tak tentu.

“Saye ngirim sudah tiga kali, setiap pengiriman dikasih Rp10 juta. Tapi sisanye dikasi gitu-gitu jak. Dua juta-dua juta. Tak tetap,” ungkapnya.

Bapak anak empat ini mengatakan, selama menjadi kurir narkoba, anak-anaknya tidak pernah tahu apa aktivitas dirinya. Termasuk juga dengan mertua dan orang kandungnya. Informasi mengenai pekerjaan kurir narkoba, diketahui pihak keluarga setelah dirinya ditangkap oleh Directorat Reserse Narkoba Polda Kalbar.

Diceritakan dia, sebelum menjadi kurir narkoba, dirinya sempat menjadi supir dan membuka usaha kecil-kecilan warung kopi. Namun, selain karena pengaruh dari kawan-kawannya dan faktor ekonomi, akhirnya ia mengambil risiko untuk berjualan narkoba.

Sebetulnya, pasangan ini merupakan dua dari lima orang tersangka kejahatan yang sama. Di antaranya adalah BS (36) warga Gang Delima, Jalan Komyos Soedarso, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat.

IK (43) warga Jalan Trans Kalimantan, Gang Abon Aliami, Dusun Abon, Desa Ampera Raya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, serta UF (34) warga Jalan Sambas Barat 2, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur.

Dari tangan kelima pelaku, polisi mengamankan setidaknya delapan bungkus sabu seberat 8,23 kilogram dan empat bungkus pil ekstasi seberat 5,42 kilogram atau kurang lebih 18.750 butir.

Menurut keterangan Kapolda Kalbar, Didi Haryono hampir rata-rata tersangka ini mau menjadi kurir narkoba, disebabkan desakan ekonomi. Kelimanya terpengaruh ajakan, dengan bertransaksi jual beli narkoba akan mendapatkan keuntungan cukup besar. Hampir rata-rata, jalur sungai menjadi akses utama para tersangka, mengirim narkoba.

Meskipun begitu, masyarakat dan Kapolda Kalbar telah berkomitmen untuk memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya. Sebab, ancaman dari obat-obatan terlarang ini, sangat berpotensi merusak kehidupan manusia, terutama anak-anak muda.

“Komitmennya adalah zero narkoba. Apa pun narkoba-narkoba yang bermain, masyarakat kita sudah punya daya tangkal, bahkan ada yang ditangkap langsung bersama-sama petugas kita,” ujarnya. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *