Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur Terus Terjadi di Kalbar

Foto Ist

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kasus perkosaan atau pencabulan terhadap anak di bawah umur terus terjadi di Kalbar. Dalam satu bulan ini saja, ada beberapa kejadian terjadi. Lemahnya penegakan hukum membuat kasus ini terus terjadi.

Seorang PNS di Pemprov Kalbar, HW (53) menyetubuhi anak di bawah umur, anak seorang pengamen penyandang disabilitas di Pontianak. Pelaku menyekap korban selama beberapa hari. Dir Reskrim Polda Umum Polda Kalbar, Kombes Pol Veris Septiansyah membenarkan hal tersebut. Kejadian ini berawal dari laporan kehilangan anak yang diterima pihaknya dari salah seorang anggota keluarga korban.

Bacaan Lainnya

“Korban ditemukan dalam sebuah hotel bersama PNS tersebut, Minggu (29/4/2019) pukul 14.00 WIB,” kata Veris.

Belum hilang rasa kaget warga, di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, seorang siswi SMP ditemukan meninggal setelah tiga hari dikabarkan meninggalkan rumah. Kapolres Sanggau, AKPB Imam Riyadi, Pelajar SMP di Tayan Hulu tersebut, ditemukan meninggal setelah diperkosa ayah tirinya sendiri.

“Korban sudah tiga hari hilang. Baru ditemukam Selasa (30/4/2019) dalam kondisi terkubur di galian tanah di ladang warga,” jelas Imam, saat memberikan pers rilis, Rabu (1/5/2019).

Kasus terbaru, seorang anak di bawah umur, AD (13) dipaksa bersetubuh dengan seorang diduga perwira Polres Kayong Utara. Korban dijemput dan diajak jalan-jalan di Pantai Datuk, setelah itu dipaksa melayani si aparat.

Keluarga korban yang mengetahui anggota keluarganya tidak pulang, mencari korban. Setelah ketemu, korban ditanya dan menjelaskan peristiwa yang terjadi pada korban.

Di Sekadau, polisi juga baru saja menangkap pelaku berinisial AG (21) karena dianggap telah melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Sebulan sebelumnya, seorang guru di Kapuas Hulu melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang merupakan murid di sekolahnya.Juga ada anak baru gede di Sanggau dan Sambas, melakukan perkosaan terhadap anak bawah umur. Di Ketapang, seorang kakek mencabuli anak di bawah umur hingga belasan kali. Termasuk kasus kekerasan seksual yang dilakukan seorang anggota Kejati Kalbar, belum ada penanganan atau kejelasan kasusnya hingga sekarang.

Peristiwa itu tentu saja harus menjadi perhatian bersama, agar peristiwa itu tidak terus terjadi. (Berbagai sumber/IP-01)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *