banner 468x60

PMII Minta Kadis PUPR Kubu Raya Tanggung Jawab Soal Gedung Rusak

  • Bagikan
Foto IP

KUBURAYA, insidepontianak.com – Ketua PC PMII Kubu Raya, Muhammad Abdul Hadim mengkritik pembangunan gedung Dinas PUPR Kubu Raya yang dibangun tahun 2018, kini sudah mengalami kerusakan. Hal itu dikatakannya, saat demo menyuarakan aspirasi di halaman kantor Bupati Kubu Raya, Jum’at (3/2/2019).

Padahal, pembangunan gedung tersebut menelan anggaran negara sebesar Rp13.491 miliar.

“Mega proyek dari anggaran dana APBD Kubu Raya yang dilaksanakan oleh PT ATN, mengalami kerusakan di bagian plafon. Selain itu, berdasarkan informasi, gedung lantai II juga mengalamai kerusakan yang cukup parah. Pemerintah dan rakyat jelas dirugikan,” kata Muhammad Abdul Halim.

Ia menjelaskan,  PUPR Kubu Raya, sebagai instansi pemerintahan, penyelenggara perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan bangunan gedung, seharusnya mampu dalam mengawasi proses pembangunan mega proyek tersebut.

“Ini jelas merupakan bentuk kegagalan PUPR Kubu Raya, dalam melaksanakan tugasnya,” terangnya.

PC PMII Kubu Raya, mendesak ketegasan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menelusuri penyebab rusaknya gedung PUPR Kubu Raya. Selain itu, mendesak PUPR Kubu Raya untuk menjelaskan secara transparan kepada masyakarat, proses pembangunan gedung PUPR Kubu Raya.

“Kami juga meminta DPRD Komisi III Kabupaten Kubu Raya, untuk mengevaluasi penyebab terjadinya kerusakan gedung PUPR Kubu Raya,” katanya.

Mahasiswa mendesak DPRD Komisi III, untuk melakukan pemanggilan kepada pimpinan PT ATN, selaku kontraktor pembangunan gedung PUPR Kubu Raya.

Tidak hanya itu, PC PMII Kubu Raya juga mendesak Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Provinsi Kalbar, untuk mengaudit, terkait proses pembangunan gedung PUPR Kubu Raya.

PC PMII Kubu Raya, juga menuntut mundur Kepala Dinas PUPR Kubu Raya, apabila tidak dapat melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kami juga mengajak semua lapisan masyarakat dan pemerintah, bersama-bersama mengawasi Dinas PUPR dalam menjalankan tugasnya,” kata Hadim. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: