Menteri Susi Tenggelamkan 13 dari 25 Kapal Bukti Illegal Fishing di Kalbar

  • Bagikan
Foto IP

PONTIANAK, insidepontianak.com – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti menyaksikan langsung pemusnahan dengan cara penenggelaman barang bukti tindak pidana perikanan di pulau Datok, kabupaten Mempawah, Kalbar, Sabtu (4/5/2019).

Ada pun jumlah kapal yang dimusnahkan untuk wilayah Kalbar sebanyak 26 kapal, terdiri dari 25 kapal nelayan dan satu sekoci. Namun, yang ditenggelamkan pada hari ini, Sabtu, hanya 13 kapal. Sisanya akan dijadwalkan ulang kembali di Kabupaten Sambas.

Kata Susi, terdapat beberapa dari kapal yang ditenggelamkan, sebelumnya pernah ditangkap, kemudian ditangkap kembali. “Jadi kita ingin memastikan ini, bertemu langsung dengan penegak hukum yang menangani perkara ini,” ungkapnya.

Sebetulnya, penenggelaman kapal yang sudah dijadwalkan pada Mei 2019, ada 51 kapal yang didapat di wilayah perairan Indonesia. Namun, jumlah itu merupakan kapal yang sudah inkrah di kejaksaan. Sedangkan yang masih menunggu kepastian hukum dalam proses banding dan kasasi, masih terdapat 90 kapal.

“Tentunya, kita juga ingin memastikan keputusannya nanti (90 kapal) dimenangkan oleh kita, disita kemudian dimusnahkan,” tegasnya.

Disampaikan dia, selain membuat efek jera, hal ini tentunya ingin memberikan kepastian hukum terhadap kapal yang mencuri ikan di wilayah perairan Indonesia. Tidak ada perbedaan hukum bagi negara-negara lain.

“Tidak ada beda-beda. Gitu aja yang saya inginkan,” ungkapnya.

Susi menegaskan, upaya yang dilakukan termasuk berhasil. Penegakan hukum berimbas pada ketersediaan stok ikan bagi nelayan Indonesia, meningkat hingga 100 persen. Sementara kenaikan tangkap lebih dari 50 persen sejak lima tahun terakhir ini. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: