banner 468x60

Untad: Harus Ada Pemahaman yang Sama Tangani Karhutla

  • Bagikan
Foto IP

PONTIANAK, insidepontianak.com – Harus ada pemahaman yang sama masing-masing sektor, terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Untad Dharmawan, Dinas Kehutanan Kalbar mengatakan, pada acara kolaborasi multi pihak, cegah kebakaran lahan media workshop di Pontianak, Sabtu (4/5/2019).

“Harus ada upaya pencegahan dan focus, supaya setiap tahun tidak ada kabut asap,” kata Untad.

Dia menegaskan, apabila terjadi kebakaran di tempat yang menjadi konsesi, maka yang bertanggung jawab adalah yang punya konsesi. Harus ada sinergitas dalam penanganan antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat dan semua pihak.

Dia menegaskan, orang harus hati-hati saat memadamkan kebakaran lahan. Kalau tidak hati-hati dalam memadamkan gambut, orang bisa lemas karena ada CO.

Ia menjelaskan bahwa saat terjadi kebakaran hutan atau lahan, api ada di dalam tanah. Kebakaran gambut berbahaya karena akan melepaskan karbon. Apalagi tidak bisa dipadamkan yang bisa menimbulkan efek secara global.

“Harusnya kita lebih utama dalam hal pencegahan. Sehingga tidak menimbulkan global warming,” ujarnya.

Ketika terjadi global warming, terjadi perubahan sifat terhadap binatang dan lainnya. Bisa membuat perubahan prilaku hewan atau unsur aalam lainnya. “Ini masalah kita semua, karena kita yang alami,” kata Untad.

Sementara itu, Head Corporate Communications GAMA Plantation, Ratna Indrayani menyatakan bahwa persamaan pemahaman dalam penanganan Karhutla sangat penting bagi penanganan Karhutla. “Supaya ada sinergi multipihak untuk menangani Karhutla, sehingga penanganan Karhutla lebih maksimal,” katanya.

Bila penanganan Karhutla menggabungkan kekuatan dan personel semua pihak, ada kesinambungan penanganan Karhutla, dan hasil yang dicapai bisa lebih maksimal. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: