banner 468x60

Askiman Pimpin Mediasi Koperasi Petani dan Perusahaan Sawit

  • Bagikan
Foto Humas

SINTANG, insidepontianak.com – Wakil Bupati Sintang, Askiman memimpin rapat mediasi antara Koperasi Sinar Jaya dengan pihak PT Sintang Agro Mandiri, di Balai Pegodai komplek rumah dinas Wakil Bupati Sintang, Senin (6/5/2019).

“Saya harapkan koperasi, masyarakat selaku petani sawit sesegera mungkin melakukan rapat di tingkat desa, lalu lapor ke kecamatan, dan inventarisasi tugas dan kewenangan kita semua. Lalu lakukan koordinasi dengan pihak perushaaan. Yang diketahui oleh tim TP3K tingkat kecamatan,”pesan Askiman.

Ia menegaskan pada pihak ketua koperasi, berpegang teguh dengan amanah para anggotanya. Tidak ada petani yang berhubungan langsung dengan perusahaan. Sebab, sudah dibuat bersama koperasi kemitraan.

“Sebagai anggota, jangan kita ini melangkahi tugas pengurus yang sudah kita tunjuk. Kepada perusahaan jangan diterima ya, kalau ada lagi orang-orang mengatasnamakan masyarakat,” katanya.

Ia minta pengurus koperasi dan perusahaan melakukan wewenang dan tanggung jawab sesuai prosedur, tugas dan fungsi yang ada. Kalau dirasa perlu belajar lebih banyak misalnya tentang koperasi, undang narasumber ahli, untuk belajar bersama.

“Sekali lagi saya ingatkan jaga komunikasi kita, hargai satu sama lain, agar keharmonisan dapat terjaga,” pesannya.

Sebelumnya, Yohanes Prasetyo selaku ketua koperasi menyampaikan kronologis permasalahan yang terjadi. Pihaknya merasa dilanggar kewenangan dan hak tugasnya oleh perusahaan, terhadap hal proses cabut undi lahan plasma milik anggota koperasi.

“Koperasi merasa dilangkahi pak, dalam proses cabut undi plasma. Kelihatannya ada pihak-pihak yang bermain lewat belakang pengurus, untuk ngurus hal ini. kami mau ketegasanlah dalam hal ini,” katanya.

Pihak perusahaan diwakili oleh General Manager PT SAM, Yosafat menyampaikan, pihaknya bukan tidak tidak menghargai aparatur daerah yang ada. Tapi pihaknya juga mendapat permintaan yang mengatasnamakan masyarakat.

Pihaknya pada awalnya melakukan cabut undi untuk menetapkan tapal batas kebun plasma, sebagian petani untuk memenuhi ketentuan pada penilaian kinerja, dan akan melanjutkan semua rencana sesuai dengan kesepakatan awal.

“Kami harap, bila ada permasalahan komunikasi di dalam masyarakat, mohon untuk diselesaikan terlebih dahulu, “ kata Yosafat. “Pihak kami akan mendukung dan menghormati secara penuh kemitraan kami dengan masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan ini, Julian selaku anggota DPRD Sintang menyampaikan, masing-masing pihak harus lebih mencoba memahami pokok persoalan dengan baik, dan mampu menyampaikan dengan baik dan benar kepada masyarakat.

Ia melihat ada jurang dan miskomunikasi antar warga agak lebar. Dia berharap semua diselesaikandengan baik, permasalahan koperasi, perangkat daerah dan pihak kebun.

“Jadi kita sarankan, harus kita ini belajar lagi aturan-aturan dan prosedur, serta cara menyampaikan segala informasi dan komunikasi yang baik dan benar, karna hal ini untuk kepentingan kita bersama juga,” pungkasnya.

Tampak hadir pada rapat tersebut perwakilan dari berbagai instansi terkait. Seperti, Disperindagkop, Bagian Hukum Setda  dan perwakilan dari dinas Pertanian dan Perkebunan, serta Camat Binjai Hulu, Kusnidar. (IP-01)

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: