Bawaslu Kubu Raya Akui Dua Oknum Penyelenggara Pemilu Terima Suap dari Caleg

Foto Bawaslu

KUBU RAYA, Insidepontianak.com – Ketua Bawaslu Kubu Raya, Uray Juliansyah membenarkan adanya dugaan penyuapan yang dilakukan Caleg terhadap kedua oknum penyelenggara Pemilu ini. Dugaan penyuapan  ini terungkap pada saat rekapitulasi, tepatnya pada 5 Mei 2019.

Dua oknum penyelengara Pemilu tingkat Kecamatan Sungai Raya diduga menerima suap sebesar Rp100 juta, untuk meloloskan seorang calon legislatif di Daerah Pemilihan Sungai Raya Dua, Kabupaten Kubu Raya berinisal SL. Kedua oknum penyelanggara Pemilu tersebut, yakni Ketua Panwascam  Sungai Raya BS dan Ketua PPK Sungai Raya, MA.

Bacaan Lainnya

“Hasil klarifikasi kami, keduanya dijanjikan sebanyak Rp200 juta. Sudah diterima 100 juta dengan dua tahap,” kata Uray Juliansyah ditemui di Pontianak, Selasa (7/5/2019).

Merujuk pada keterangan Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, penyerahan dilakukan pada 25 dan 26 April 2019.

Uray mengatakan, kedua oknum ini sudah dinonaktifkan dari jabatan dan dari keanggotaannya. Jajaran Bawaslu Kubu Raya juga telah membuat pleno putusan, dan kedua oknum ini telah diberhentikan.

“Pemberhentian tetap ini, sanksi hukumnya jelas. Ke depannya, keduanya tidak akan bisa lagi menjadi penyelenggara Pemilu hingga di tingkat TPS,” ujarnya.

Ia memaparkan, berdasarkan hasil kajian Bawaslu Kubu Raya, belum ditemukan tindak pidana Pemilu yang diatur pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. Untuk itu, kasus dilimpahkan kepada pihak kepolisian, demi penindakan melalui pelanggaran undang-undang lainnya.

“Sementara pelanggaran kode etik sudah kami selesaikan, yakni pemberhentian tetap,” katanya.

Pihaknya juga, sedang mendalami terkait pelanggaran administrasi Pemilu. Hasil klarifikasi pihaknya kepada Panwascam dan PPK yang terlibat kasus ini menyatakan, tidak ada perubahan suara.

“Tetapi kami masih belum puas dengan penyertaan mereka. Kami akan gali lebih dalam, agar ini benar-benar jelas. Tidak terjadi kericuhan di luar yang dapat mengganggu tahapan,” kata dia.

Ia menambahkan, kasus ini merupakan tamparan keras dan menjadi pembelajaran bagi Bawaslu Kubu Raya. Pihaknya, sudah seringkali mengingatkan, agar seluruh jajaran Bawaslu harus menjaga integritas profesional.

“Saya sudah mengatakan kepada jajaran, jika kawan-kawan berintegritas dengan baik dan menjalankan dengan profesionalitas, masih dipermasalahkan, saya orang pertama yang untuk membela. Tetapi jika melanggar aturan dan merusak integritas, maka saya orang pertama yang memutuskan dan memberikan sanksil tutur Uray. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *