banner 468x60

Panwascam dan PPK Sungai Raya Diduga Terima Duit Rp 100 Juta

  • Bagikan
Ilustrasi

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Dua oknum penyelengara Pemilu tingkat Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya diduga menerima suap sebesar Rp 100 juta, untuk meloloskan seorang calon legislatif di Daerah Pemilihan (Dapil) Dua, Kabupaten Kubu Raya, SL.

Kedua oknum penyelanggara Pemilu tersebut, yakni Ketua Panwascam Sungai Raya, BS dan Ketua PPK  Sungai Raya, MA.

Seorang Caleg dari Dapil Sungai Raya Dua, Ali Amin mengaku sangat dirugikan dari kasus penyuapan yang dilakukan SL, terhadap Ketua PPK dan Ketua Panwascam Sungai Raya. Kasus penyuapan ini tentunya menciderai demokrasi di Kubu Raya, khususnya di Dapil Dua, karena penyuapan bertujuan menaikkan suara PKS di Dapil Dua Kubu Raya.

“Saya selaku peserta Pemilu di Dapil Dua Kubu Raya, tentu sangat dirugikan. Seharusnya partai kami bisa mendapatkan kursi di Dapil Dua, tapi jadi terkendala,” kata Ali Amin di Sungai Raya, Selasa (7/5/2019).

Ali Amin mengatakan, berdasarkan informasi yang ia dapat, kasus penyuapan ini terungkap saat ketua PPK Sungai Raya, ML mendapat ancaman dari seorang Caleg dari Partai PKS, Dapil Sungai Raya Dua, SL.

“Adanya pengancaman ini tentu ada sebab musababnya. Setelah dicari tahu, ternyata pengancaman ini karena Ketua PPK Sungai Raya, menerima uang sebesar Rp100 juta dari SL,” kata Ali Amin.

Uang senilai Rp100 juta, dimaksudkan untuk meloloskan SL sebagai anggota legislatif Kubu Raya, dengan cara menaikkan atau menggelembungkan jumlah perolehan suara di Dapil Sungai Raya Dua. Pencairan uang ini dilakukan dengan dua tahap. Tahap pertama senilai Rp50 juta, dan tahap kedua Rp50 juta. Penyerahan uang dilakukan di Hotel Gardenia Resort, Kubu Raya.

“Parahnya lagi, ketika penyerahan uang ini, disaksikan oleh Ketua Panwascam Sungai Raya, BS. Ini berarti sudah terkontaminasi dengan hal-hal yang buruk,” kata dia.

Ia meminta kepada Bawaslu Kubu Raya, Polresta Kota Pontianak, dan pihak terkait lainnya, segera mengungkap dan menangani kasus penyuapan terhadap Ketua PPK dan Ketua Panwascam Sungai Raya.

“Kasus ini jangan sampai berlarut-larut. Ini tentu juga menjadi contoh buruk bagi daerah-daerah lain,” katanya.

Ia menambahkan, dalam kasus ini, baik yang menyuap atau yang disuap harus ditindak dengan seberat-beratnya. Bahkan ia menyarankan, Caleg yang melakukan penyuapan didiskualifikasi sebagai peserta Pemilu di Dapil Dua Kubu Raya.

“Mereka harus diberikan sanksi tegas. Yang nantinya akan menjadi tolak ukur, sehingga ke depannya tidak terjadi seperti ini lagi,” tuturnya.

Ia menambahkan, kedua oknum yang menerima suap ini, merupakan penyelenggara Pemilu yang seharusnya menjunjung tinggi netralitas, agar Pemilu berlangsung jujur, adil, bersih dan tidak ada yang dirugikan.

“Ini sudah jelas, ada yang dirugikan. Selain merugikan saya sendiri dan partai. Ini juga merugikan masyarakat yang telah menyalurkan suaranya secara demokratis,” pungkasnya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: