Puluhan Nasabah CU Lantang Tipo Datangi Bank BTN, Minta Uang Dikembalikan

Foto IP

PONTIANAK, insidepontianak.com – Puluhan nasabah dan karyawan lembaga keuangan Credit Union Lantang Tipo, berbondong-bondong mendatangi kantor Bank Tabungan Negara (BTN) Pontianak, Selasa (7/5/2019) pagi.

Kedatangan mereka menuntut agar pihak BTN, segera mengembalikan uang nasabah yang digelapkan oleh karyawan internal BTN beberapa waktu lalu, hingga mencapai Rp15 miliar lebih.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap uang kami kembali. Bagaimana pun juga kami menyimpan uang di BTN dan tidak bisa. Padahal semua proses hukum telah kita lakukan. Putusan pengadilan sudah ada, kami harapkan uang kami kembali,” ungkap ketua koperasi Lantang Tipo Kalbar, Andreas usai mediasi di ruang rapat kantor BTN.

Kata dia, jika dikalkulasikan secara keseluruhan sebetulnya kerugian pihaknya dari kasus ini lebih dari angka material tersebut. Pasalnya, kasus ini sudah berjalan hampir satu tahun lebih, dan belum juga menemukan titik terang dari pihak BTN, untuk bertanggung jawab dan mengganti uang yang hilang tersebut.

Bukan hanya itu, akibat kasus ini juga, lembaga keuangan credit union Lantang Tipo juga mengalami kendala dalam beraktivitas. Sebab, uang tersebut merupakan setengah dari dana nasabah yang belum dicairkan dari BTN.

“Uang yang kami tabung di sini sebanyak Rp70 miliar. Namun dalam perjalanannya, sebanyak Rp 40 miliar telah kami ambil hingga menyisakan Rp30 miliar. Sayangnya, akibat kasus ini sebanyak 15 miliar lebih hilang tak bisa diambil,” ungkapnya.

Dirinya merasa pihak BTN selama ini tidak benar-benar menunjukkan rasa tanggung jawab terhadap penanganan kasus ini. Kata dia, pihaknya sudah beberapa kali mengajak pihak bank BTN untuk mediasi, namun selalu saja ditolak.

“Mereka selalu bilang tunggu dari pusat, tunggu inkrah dari pengadilan, alasannya,” ujar Andreas.

Di tempat yang sama, kuasa hukum lembaga keuangan Credit Union Lantang Tipo Kalbar, Daniel Edward Tangkau mengatakan, sebenarnya kasus ini sudah memegang dua keputusan hakim. Yakni, keputusan pidana, dimana tersangka sudah dijatuhi hukuman selama delapan tahun.

Kedua, keputusan pengadilan perdata, yang mana menyebutkan bahwa kasus ini merupakan tanggung jawab bank. “Keputusan itu sudah inkrah,” ungkapnya.

Oleh karenanya, dia berharap dari pihak bank BTN bertanggung jawab, serta membuka pintu musyawarah agar para nasabah yang dirugikan oleh bank BTN mendapatkan kepastian, kapan akan dikembalikan uang yang hilang tersebut.

“Jadi, BTN jangan diam, jangan tutup mulut lagi. Karena hukuman perdata antara BTN dan Lantang Tipo ini belum putus, karena uang nasabah belum dikembalikan,” tutupnya. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *