Alian Menekankan Arti Penting Keberlanjutan Program Air Bersih

  • Bagikan
Foto IP

SANGGAU, insidepontianak.com – Kabid Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPM-Pemdes) Kabupaten Sanggau, Alian membuka secara resmi pelatihan Kelompok Pengelola Sarana Penyedia Air Minum (KPSPAM) Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) periode 2014-2018, kategori kuning di Aula Hotel Meldy, Sanggau, Rabu (8/5/2019).

Pelatihan yang dilaksanakan hingga 11 Mei 2019, i diikuti 44 peserta dari 44 desa penerima program Pamsimas. “Pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pengurus KPSPAM terkait dengan keberlanjutan program,” kata Alian.

DPMU Program Pamsimas III Kabupate Sanggau tahun 2019, menjelaskan bahwa keberlanjutan dalam konteks ini adalah, upaya yang dilakukan oleh Pengurus KPSPAM untuk dapat memanfaatkan dan mendayagunakan air bersih, yang telah dibangun melalui program Pamsimas.

“Termasuk upaya untuk memelihara dan mendapatkan air bersih bagi seluruh warga masyarakat desanya,” ujarnya.

Alian mengingatkan pengurus KPSPAM, agar memberikan kesadaran kepada warga masyarakat desa, mengenai pentingnya keberlangsungan program Pamsimas. Untuk itu, ia menyarankan agar dibuat kesepakatan masyarakat yang didasari dari musyawarah. Misalnya dalam hal penetapan biaya pemeliharaan dan lainnya.

“Kepada peserta pelatihan harus serius mengikuti kegiatan ini, sehingga pengurus KPSPAM dapat memahami dan melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawab di desa dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” pesannya.

Alian berharap, tahun 2019, desa yang telah menerima program Pamsimas, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan programnya tidak ada lagi yang terkategori merah. Kategori merah berarti keberlangsungan programnya, baik iuran, pemeliharaan, penambahan pemasangan jaringan dan pengurus KPSPAM-nya tidak berjalan.

“Akan tetapi ada juga beberapa desa yang kategori hijau dan kuning. Artinya, keberlanjutan programnya berjalan dengan baik. Bahkan KPSPAM tersebut telah memiliki aset berupa dana dari iurannya untuk keberlanjutan program,” pungkasnya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: