Sutarmidji Berencana Bangun SMK Unggulan di Kubu Raya

Foto IP

KUBURAYA, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berencana membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggulan di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Syaratnya, harus tersedia lahan yang luas untuk lokasi sekolah. Hal itu diungkapkan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji saat kegiatan safari Ramadan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya.

“Saya berharap pendidikan perlu mendapat prioritas utama. Kita masih pilih, mudah-mudahan nanti bisa dicari untuk SMK unggulan yang lahannya harus luas,” kata Sutarmidji di sela kegiatan safari.

Bacaan Lainnya

Sutamidji menjelaskan rencana pembangunan SMK unggulan bakal terealisasi jika Bupati Kubu Raya mampu menyiapkan lahan yang luas. Jika lahan tersedia, maka pemerintah provinsi akan membangun gedung berikut kelengkapan peralatan laboratorium. Ia memperkirakan nilai gedung dan fasilitas penunjang bisa mencapai Rp 50 miliar.

“Bupati yang harus siapkan lahan, kita bangun gedungnya. Gedungnya itu dengan peralatan labnya kurang lebih nanti bisa sampai Rp 50 miliar. Jadi tinggal hitung-hitung saja kalau tanah Rp 5 miliar akan mendapat (gedung) Rp 50 miliar,” tuturnya.

Sutarmidji melanjutkan, jika siswa SMK telah menyelesaikan pendidikannya, maka akan segera dilanjutkan proses sertifikasi. Menurut dia, jurusan-jurusan yang ada di SMK unggulan nantinya disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Kita pilih jurusan-jurusan yang bisa menjawab pasaran kerja. Jangan buat jurusan yang setelah selesai itu siswa bingung mau kemana. Kita buat yang betul-betul bisa langsung bekerja. Bahkan langsung menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Ia mencontohkan, peluang kerja bagi lulusan sekolah kejuruan di Kubu Raya cukup besar.

“Di Kubu Raya ini coba saja lihat ada berapa AC di pemerintah daerahnya? Mungkin ada ribuan. Buat anak-anak muda itu suruh jadi tenaga service AC. Misalnya suruh servis di kantor bupati dulu,” tambahnya.

Ia menjelaskan pembangunan sektor pendidikan tak lepas dari targetnya mewujudkan 300-400 desa mandiri di seluruh Kalimantan Barat. Khusus di Kubu Raya, ia meminta Bupati Muda Mahendrawan menentukan desa-desa mana dengan indikator-indikator Indeks Desa Membangun (IDM) yang sudah terpenuhi. Begitu pula desa mana yang belum terpenuhi.

“Kita mau selesaikan itu. Kita selesaikan sehingga target untuk ada maksimal 300-400 desa mandiri dalam lima tahun itu rasional,” ujarnya.

Kalau pemerintah tak bangun desa, maka masyarakat desa sulit untuk menikmati hasil pembangunan. Makanya ia berjanji harusnya di semua desa ada PAUD, posyandu, dan balai desa. Itu sarana minimal. Juga semua desa ada sumber air bersih baik lewat sumur bor maupun mata air.

“Itu harus kita petakan dan laksanakan,” katanya. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *