Tiga Kapal Vietnam Ditenggelamkan, Dua Kandas Saat Dieksekusi

Foto IP

MEMPAWAH, insidepontianak.com – Tiga dari lima kapal Vietnam yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah, ditenggelamkan di Tanjung Datok, Kabupaten Mempawah, Sabtu (11/5/2019). Dua kapal lainnya kandas saat akan dibawa menuju lokasi penenggelaman.

Rencanannya, dua kapal ini akan ditarik kembali, dan akan dimusnahkan pada tahap selanjutnya, bersamaan dengan kapal-kapal yang belum dieksekusi, sekitar dua minggu setelah hari raya Idulfitri.

Bacaan Lainnya

“Makin cepat kosong (dimusnahkan semua) makin bagus,” ucap Plt Direktur Penanganan Ulang PSDKP Pontianak, Eko Rudianto.

Selain itu, dirinya berharap untuk kapal-kapal yang masih dalam proses hukum, kasasi dan banding agar bisa secepatnya dieksekusi kembali.

Hal tersebut senada dengan apa yang dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu, saat pemusnahan kapal tahap pertama di Pulau Datok. Susi tidak ingin menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, sebelum masa jabatannya berakhir, apabila dirinya tidak dipilih kembali menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Di tempat yang sama, kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Agus Sahat S.T Lumban Gaol mengatakan, terkesan lamanya proses eksekusi pemusnahan kapal ini, dan dilakukan secara bertahap dikarenakan mengikuti proses hukum yang ada.

Apalagi terkait dengan permintaan Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang menginginkan adanya aturan percepatan pemusnahan kapal pencuri ikan di Indonesia. Kata dia, hal tersebut tidak bisa serta merta dilakukan begitu saja. Untuk membuat aturan ini, harus mengikuti proses dan aturan yang ada.

“Ya, kita mau saja segera melakukannya, tapi kita harus mengikuti aturan yang ada dan tunduk pada tatanannya,” kata dia.

Adanya pemusnahan barang bukti kapal hari ini, artinya dari 25 buah kapal dan satu buah sekoci yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah, saat ini masih menyisakan sekitar delapan buah kapal lagi, kemudian ditambah dengan satu buah sekoci. Sebelumnya, pada Sabtu (4/5/2019), di tempat yang sama telah dilakukan pemusnahan kapal sebanyak 13 buah.

Sebetulnya, jumlah ini merupakan setengah dari kapal yang ditangkap di perairan Indonesia yang telah inkrah di Kejaksaan. Sedangkan yang masih menunggu kepastian hukum dalam proses banding dan kasasi masih tersisa sebanyak 90 kapal. (IP-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *