banner 468x60

Kapolda Ajak Warga Tak Mudah Terpengaruh Berita Bohong

  • Bagikan
Foto Humas

SINGKAWANG, insidepontianak.com – Banyaknya isu pasca Pemilu 2019 dan hoaks yang sengaja disebar di sosial media, bertujuan mengganggu keamanan dan membuat cemas kalangan warganet.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Didi Haryono di Pameran Ramadan Fair Singkawang mengimbau kepada masyarakat Kalbar khususnya, tidak mudah terpancing oleh isu tak jelas.

Kapolda menegaskan, warga Kalbar sudah matang dalam berdemokrasi. Penuh keberagaman namun bersatu dan tidak mudah dihasut berita bohong. Masyarakat sudah pintar memilah berita yang tersebar di media sosial.

“Selaku Kapolda Kalbar, mengucapkan terima kasih, sampai saat ini Kalbar aman dan kondusif. Agenda nasional Pilpres dan Pileg sudah kita laksanakan, semuanya berjalan dengan aman, lancar, tertib dan elegan,” kata Didi.

Hal ini sejalan dengan makna demokrasi, dimana masyarakat melaksanakan Pemilu dengan sukacita, bergembira, seolah tidak ada  perbedaan diantara warga.

Didi mengingatkan, ada tiga agenda besar sudah dilaksanakan. Pertama, Pilkada serentak. Kedua, proses penilaian dalam berkinerja mengelola kerukunan umat beragama. Ketiga, Pilpres dan Pileg 2019.

Provinsi Kalbar mendapat penilaian dengan predikat kinerja terbaik ditingkat nasional dalam mengelola kerukunan uman beragama. Itu kerja keras semua umat muslim.

“Inilah kekuatan kita semua untuk menjaga, mengelola situasi Kamtibmas yang sampai dengan Pilkada, Pilpres dan Pileg semuanya berjalan aman dan lancar,” ucap Didi.

Ia mengajak masyarakat lebih fokus mendukung pembangunan di Kalbar. Semua terus bergulir, baik ditingkat nasional, memberikan pembangunan pelabuhan laut internasional di Mempawah, jembatan di Sambas.

Gubernur sejak menjadi Wali Kota Pontianak, sudah buat program yang elegan. Ada enam program membangun, memajukan dan menyejahterakan warga masyarakat Kalbar. Yaitu, membangun Desa Mandiri.

Saat ini, di Kalbar ada 2.031 desa. Baru satu desa yang masuk Desa mandiri. Hal itu memerlukan kerja sama semua pihak. Butuh komitmen bersama untuk menambah lagi, sebagaimana program Gubernur yang sudah disampaikan saat dilantik menjadi Gubernur.

“Ini harus kita dukung. Menyejahterakan dan membangun daerah kita,” ujar Kapolda.

Tentunya, bungkusan atau bingkai aman ini merupakan suatu pondasi dasar, ketika pembangunan dan menyejahterakan itu berlangsung.

“Tidak mungkin bisa berjalan dengan lancar, tidak mungkin berjalan dengan tenang, apabila keamanan itu terganggu, apalagi diganggu,” kata Didi.

Keamanan memerlukan suatu komitmen semua untuk menjaga situasi yang sudah aman, dengan segala macam agenda nasional, agenda lokal semua dapat berjalan dengan lancar.

“Saya percaya masyarakat kita semua religius dan mencintai kedamaian,” papar Didi. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: