banner 468x60

Kasus Audrey Masuki Babak Baru, Damai Bersyarat

  • Bagikan
Foto Tribun

PONTIANAK, insidepontianak.com – Upaya diversi ketiga, kasus pengeroyokan Audrey oleh tiga orang tersangka kembali dilakukan. Bertempat di Pengadilan Negeri Pontianak, diversi ini menemukan titik terang, yakni damai bersyarat, Selasa (14/5/2019).

Kedua belah pihak akan menyepakati proses damai, sebagai hasil diversi ini. Hanya saja, untuk menuju ke arah itu, pihak pelaku diberi tiga syarat. Pertama, keluarga pelaku harus datang bersilaturahmi ke keluarga korban. Kedua, pihak pelaku harus menyampaikan permohonan maaf di media sosial dan media mainstream, selama tiga hari berturut-turut. Ketiga, pelaku tetap dikenakan sanksi sosial oleh Bapas.

Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum Audrey, Daniel Edward Tangkau saat ditemui usai melakukan proses diversi.

“Hari ini masih proses menuju kesepakatan damai tersebut. Pada tanggal 23 Mei 2019 nanti, akan ditandatangani kesepakatan itu,” katanya.

Kesepakatan ini dilakukan, memandang masa depan kedua belah pihak masih panjang. Tentunya, ketika proses diversi damai tidak ditemukan, proses hukum di pengadilan akan berdampak pada masa depan kedua belah pihak.

“Karena masih kecil, mereka bergaul nanti ketika besar ketemu lagi, masih tertanam rasa dendam di dalam hati,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pontianak, Udjianti mengatakan, perkara anak di bawah umur wajib dilakukan diversi. Dalam Undang-Undang Pengadilan Anak, upaya diversi dilakukan selama satu bulan. Dalam satu bulan tersebut, bisa dilakukan semaksimal mungkin proses diversi hingga mencapai kesepakatan.

Selain itu, dirinya meminta agar semua pihak menyepakati proses damai dalam diversi ini. “Minta doanya semoga selesai dengan baik,” tutupnya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: