Sujiwo Tegaskan Terentang Bukan Daerah Buangan ASN Bermasalah

  • Bagikan
Foto IP

KUBURAYA, insidepontianak.com – Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo berupaya mengubah stigma negatif Kecamatan Terentang, kerap dianggap daerah buangan bagi ASN bermasalah.

Menurut Sujiwo, Terentang saat ini bukan seperti Terentang dimasa lalu. Yang jauh dari ibu kota kabupaten, dan tidak bisa ditempuh kecuali melewati jalur perairan dengan kendaraan air, seperti speed boat atau motor air.

Sujiwo menuturkan, hal itu seiring berjalannya waktu telah banyak perubahan signifikan di Terentang. Mulai dari pembangunan infrastruktur, listrik 24 jam, dan pembangunan fisik lainnya. Bahkan, menuju Terentang saat ini, sudah bisa menggunakan jalan darat.

“Dengan banyak perubahan pembangunan yang ada di Kecamatan Terentang, saya bersama Pak Bupati Muda akan mengubah stigma ini. Bahkan kami akan jadikan Kecamatan Terentang menjadi daerah paling favorit bagi ASN yang berprestasi,” tutur Sujiwo, saat melakukan Safari Ramadan bersama Bupati Muda Mahendrawan di Masjid Baiturrahman, Dusun Sampang, Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Selasa (14/5/2019).

Terkait optimalisasi akses menuju Terentang, Sujiwo menambahkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengenai fasilitas penyeberangan. Menurutnya, Gubernur Sutarmidji merespons positif hal tersebut.

“Insyaallah nanti Pak Bupati akan menindaklanjuti surat permohonannya, termasuk penyeberangan dari Sungai Bulan ke Jangkang Satu,” ungkapnya.

Sujiwo menegaskan, pemerintah daerah akan komit pada upaya pembangunan yang berkeadilan. Ia mengaku punya mimpi, untuk menjadikan Kecamatan Terentang sebagai daerah terfavorit bagi ASN dalam menjalankan tugas.

“Saya bersama Pak Bupati Muda sepakat kalau setiap desa di Kubu Raya ini, mendapatkan pembangunan yang sama, tanpa harus melihat letak geografisnya. Insya Allah saya dan beliau akan mewujudkan semua itu,” katanya.

Namun, ia juga butuh dukungan penuh dari masyarakat, agar pembangunan yang dilakukan memiliki manfaat yang besar dan dirasakan langsung bagi masyarakat. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: