banner 468x60

Warga Rimba Belian Resah, Polisi Belum Temukan Pencuri Sapi

  • Bagikan
Foto IP

SANGGAU, insidepontianak.com – Kasus pencurian sapi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kali ini, menimpa Suhardi, warga kebun Afdeling II Rimba Belian, Dusun Sungai Rosot, Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

“Kejadiannya tanggal 7 Mei sekitar pukul 05.00 WIB. Jadi, ketika si pemilik sapi ingin memberi makan sapinya di kebun, ternyata satu ekor sapinya sudah tidak ada,” kata Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi, saat gelar pers rilis di halaman Mapolres Sanggau, Rabu (15/5/2019).

Usai menerima laporan, petugas langsung melakukan olah TKP. Termasuk meminta keterangan saksi-saksi. Satu di antara saksi, dijelaskan Kapolres, mengaku melihat ada seseorang pada tengah malam mengangkut sapi menggunakan dump truck.

Ketika itu saksi tak curiga. Tapi, setelah pagi hari mendengar ada korban kehilangan sapi, sehingga keterangan itu sangat berharga. Dari keterangan itu, petugas bergerak cepat melacak keberadaan sapi.

“Kita bekerja sama dengan Polres Sekadau, sehingga kita menemukan barang bukti satu ekor sapi, dan satu unit dump truk KB 9829 DM,” ujar Imam.

Sapi berumur tiga tahun itu, ternyata sudah dijual kepada seseorang di Kabupaten Sekadau. Polisi juga minta keterangan dari pembeli, siapa yang menjual sapi itu. Polres Sanggau segera mengamankan barang bukti, sementara pelaku masih dalam pengejaran.

“Mudah-mudahan sesegera mungkin dapat kami tangkap. Pelaku satu orang,” kata Kapolres.

Sementara itu, pemilik sapi, Suhardi mengaku sebelum kejadian, ia mengikatkan sapinya di pohon sawit. Sapi milik Suhardi lainnya juga kerap diikat di pohon sawit untuk diberi makan. “Satu hari, tiga atau empat kali kami geser (pindahkan), sama kasih minum,” katanya.

Suhardi menyebut, pencurian sapi di wilayahnya sangat meresahkan. Untuk itu, ia berharap pelaku dapat segera ditangkap. “Saya bersyukur sapi betina saya seharga Rp13 juta bisa kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, 13 Februari 2019, warga Dusun Simpang Tanjung, Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, juga mengalami nasib serupa. Saat itu, Rudi sang pemilik sapi kehilangan sapi betinanya yang berusia sekitar empat tahun.

Pencurian sapi yang menimpa Rudi, bukan kali pertama. Pada 2016, Rudi juga kehilangan sapi. Saat itu, sapinya yang hilang berjumlah dua ekor, betina dan jantan. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: