banner 468x60

Sarimah Trauma Rumahnya Disambar Petir

  • Bagikan
Cuaca ekstream landa Kalimantan Barat
Lokasi kebakaran satu unit rumah akibat tersambar petir di Jalan Panca Bhakti, Gang Keluarga RT 04 / RW 14, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto: Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kebakaran satu unit rumah akibat tersambar petir di Jalan Panca Bhakti, Gang Keluarga RT 04 / RW 14, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, membuat Sarimah trauma.

Wanita paruh baya ini merupakan pemilik rumah yang tersabar petir itu. Pada saat kejadian, ia tengah berada di dalam rumah itu berdua dengan dua anaknya. Sementara, suami Sarimah sedang mencari rejeki di luar kota.

Adanya kejadian rumah warga Batu Layang tersambar petir, membuat Kapolsek Pontianak Utara Komisaris Polisi Abdullah Syam bergerak ke lokasi mengerahkan personel guna membantu warganya yang tertimpa musibah.

“Idientitas pemilik rumah tersambas petir atas nama Tosir (29 tahun). Rumah yang terbakar akibat tersambar petir tersebut merupakan rumah tinggal pribadi berukuran 4×6 meter dengan material bangunan berupa lantai papan, dinding papan dan atap daun,” ujar Kapolsek Pontianak Utara Komisaris Polisi Abdullah Syam, Sabtu (18/5/2019).

Ia menjelaskan kronologi kejadian rumah disambar petir itu. Kepada petugas, Sarimah yang merupakan istri Tosir mengaku pada Kamis 16 Mei 2019 pukul 03.00 WIB Sarimah bangun dari tidur dan hendak memasak untuk makan sahur yang mana pada saat itu cuaca dalam keadaan hujan.

“Sarimah mendengar suara petir menggelegar dan melihat ada api yang menyambar bagian dapur rumahnya. Setelah melihat api membakar atap rumahnya, Sarimah segera berlari keluar rumah menuju kerumah orangtuanya yang lokasinya sekitar -/+ 150 meter dari rumahnya dengan membawa kedua anaknya untuk menyelamatkan diri. Suaminya (Tosir) sedang bekerja di luar kota,” kata dia.

Dia memastikan, kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sedangkan untuk kerugian sekira 20 juta rupiah.

“Terkait penyebab kebakaran tersebut murni diakibatkan karena bencana alam,” kata dia.

Pada kesempatan itu juga Kapolsek Pontianak Utara Komisaris Polisi Abdullah Syam juga memberikan berbagai bantuan berupa sembako, dan pakaian kepada Sarimah Tosir. Wajah kedua pasurti itu pun semringah mendapat bantuan dari Kapolsek Pontianak Utara Komisaris Polisi Abdullah Syam dan jajaran.

“Ini sangat membantu kami. Terima kasih bapak polisi yang sudah peduli kami,” tutur Sarimah, berkaca-kaca tidak menyangka mendapat bantuan itu. “Asli, tidak menyangka ini. Sekali terima kasih bapak polisi,” ucap Sarimah. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *