banner 468x60

Devi Anggap Tuntutan Ganti Rugi Kasus Audrey Penuh Kepentingan Orang Dewasa

  • Bagikan
Kekerasan Anak di Bawah Umur
Direktur Yayasan Nandiya Nusantara Kalbar, Devi Tiomana. (Dok)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Direktur Yayasan Nandiya Nusantara Kalbar, Devi Tiomana mengatakan bahwa, tuntutan-tuntutan yang dilontarkan oleh keluarga Audrey, sebetulnya mengedepankan kepentingan orang dewasa, terutama terkait dengan ganti rugi biaya rumah sakit tersebut.

“Padahal semua orang juga tahu, se-Kota Pontianak ini, bahkan se-Indonesia, bahkan menteri juga tahu, bahwa kalau yang membiayai rumah sakit adalah Pak Wali Kota (Edi Rusdi Kamtono, red),” tegasnya, Sabtu (25/5/2019).

Dirinya mengakui upaya yang dilakukan oleh pemerintah kota itu, dalam hal ini Wali Kota Pontianak adalah kepentingan terbaik untuk anak, baik pelaku atau korban.

Bagi dia, menuntut biaya ganti rumah sakit itu terlalu mendahulukan kepentingan orang-orang dewasa. Padahal, seharusnya keluarga Audrey melihat jiwa besar Wali Kota Pontianak itu merupakan salah satu upaya terbaik, dalam mewujudkan kepentingan anak.

“Artinya, mereka ini, keluarga Audrey tidak menghargai regulasi yang ada, tidak menghargai iktikat baik orang-orang pemangku kepentingan terhadap kepentingan anak. Termasuk iktikad baik aparat penegak hukum, tidak menghargai point-point yang ada dalam perundang-undangan itu,” tegasnya.

Artinya, ketika mereka mementingkan kepentingan anak-anak ini, harus menghilangkan kepentingan orang-orang dewasa dan egonya. Bukan justru sebaliknya.

“Jika berbicara terhadap anak, itu semua adalah kepentingan anak. Tidak boleh lepas dari konteks itu,” tegasnya. (IP-01)

 

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: