banner 468x60

BEM Untan Demo Tuntut Penuntasan Kasus Aksi 22 Mei

  • Bagikan
Aksi Mahasiswa
BEM UNTAN - Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Untan, mengadakan aksi menuntut penuntasan kasus aksi 22 Mei. Aksi berlangsung di Digulis Untan, Pontianak, Senin (27/5/2019). (Foto Insidepontianak.com)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Untan, Pontianak menggelar aksi damai di bundaran Digulis Untan, Senin (27/5/2019) sore.

Aksi ini merupakan buntut dari peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 Mei hingga 22 Mei kemarin, di mana puluhan massa yang mengatasnamakan diri sebagai massa aksi Kedaulatan Rakyat bentrok dengan aparat kepolisian.

Pada aksi kali ini, satu persatu masing-masing perwakilan fakultas menyampaikan tuntutannya. Satu di antaranya adalah BEM FKIP Untan, bidang Kajian Aksi dan Propaganda, Syarifah Alika Umariah.

Kata dia, aksi ini merupakan aksi kemanusiaan, mengingat adanya kasus yang terjadi beberapa hari lalu. Pihaknya menuntut agar seluruh pihak berwenang, mengusut tuntas kasus ini hingga selesai.

“Kita tahu bahwa pemicu kasus yang terjadi kemarin adalah, kurang tanggapnya pemerintah dalam mengurus kasus kecurangan dan meninggalnya anggota KPPS pada saat Pemilu kemarin,” ungkapnya.

Mengenai peristiwa yang terjadi pada 21 Mei kemarin, dirinya mengklaim, meskipun adanya pengrusakan fasilitas umum oleh peserta aksi, namun hal tersebut diakibatkan karena petugas semula memblokade jalan, sehingga masyarakat berang dan memanas.

“Kita juga pahami bersama bahwa tidak akan ada asap jika tidak ada api,” katanya.

Berangkat dari ini, pihaknya menyatakan sikap bahwa turut prihatin terhadap Pemilu yang banyak memakan korban jiwa, dan meminta pemerintah bertanggung jawab serta memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Selain itu, mahasiswa mengecam tindakan aparat yang represif terhadap massa aksi, tim medis, serta relawan yang sedang bertugas. Turut berduka cita atas korban-korban yang berjatuhan pada aksi 21 hingga 22 Mei 2019 kemarin.

Mahasiswa meminta agar seluruh pihak berwenang mengusut tuntas dan menindak tegas, pemain kerusuhan dalam perusakan fasilitas umum.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersikap tenang, dan tidak terprovokasi terhadap informasi yang beredar di media apa pun,” katanya.

Serta, meminta agar pemerintah menjamin kebebasan berserikat, berkumpul dan mengemukakan pendapat setiap warga negara Indonesia, sebagai Hak Asasi Manusia sesuai dengan pasal 28E ayat 3 UUD 1945. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: