Polisi Ringkus Kades Pelampangan Terkait Kepemilikan Sabu

  • Bagikan
Kepemilikan Sabu
DITANGKAP - Tikmui Efendi (41), Kades Pelempangan, Manis Mata, Ketapang, ditangkap polisi terkait kepemilikan sabu, Sabtu (25/5) malam. (Foto Insidepontianak.com)

KETAPANG, insidepontianak.com – Anggota Polsek Jelai Hulu berhasil meringkus Tikmui Efendi (41), Kepala Desa (Kades) Pelempangan, Kecamatan Manis Mata, di Jalan di Desa Teluk Runjai, Kecamatan Hulu Sungai, Sabtu (25/5) malam. Sang Kades ditangkap lantaran kedapatan membawa dan memiliki narkoba jenis sabu.

Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat melalui Kasat Narkoba Polres Ketapang, Iptu Anggiat Sihombing mengatakan, saat ini kasus itu sudah ditangani. Pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

“Kasus ini merupakan limpahan dari Polsek Jelai Hulu, yang sebelumnya mengamankan pelaku saat hendak menuju Manis Mata. Saat digeledah di dalam mobil disaksikan beberapa saksi, ditemukan barang bukti sabu yang juga diakui pelaku sebagai miliknya,” ungkapnya, Selasa (28/5/2019).

Ia melanjutkan, dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku sudah lama membeli barang tersebut sebanyak 3 paket dan sudah digunakan olehnya, sehingga barang bukti yang ditemukan di dalam kendaraan yang digunakan pelaku, merupakan sisa dari pemakaian dirinya.

“Kades ini sudah termonitor sebagai pemakai dan diduga sudah lama mengkonsumi barang haram ini,” akunya.

Ia menambahkan, saat ini pelaku dipersangkakan melanggar pasal 112, lantaran memiliki dan menguasai barang bukti narkoba jenis sabu seberat 0,13 gram. Sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun maksimal 12 tahun.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kades Pelempangan, Tikmui Efendi (41) mengaku, bahwa dirinya memang telah mengkonsumsi narkoba. Ia menceritakan, awal mula mengkonsumi narkoba, lantaran ditawarkan oleh temannya.

“Saya ini ada sakit asma. Jadi ada teman bilang kalalu mau sembuh, gunakan sabu biar nafas bisa panjang,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, mendengar saran dan ajakan tersebut, dirinya mulai tergiur menggunakan sabu, terlebih saat itu dirinya ditawari sabu secara gratis oleh temannya.

“Pertama kali makai saya lupa, tapi dalam tahun ini. Saya baru dua kali gunakan narkoba, itu pun niatnya agar penyakit asma saya bisa sembuh sesuai anjuran teman,” katanya.

Ia mengaku, selepas pakai nafas menjadi plong, tapi itu cuma sebentar saja.

Ia menambahkan, sebelum dirinya ditangkap, juga menggunakan sabu di Ketapang bersama dengan beberapa temannya, dan hendak pulang ke Kelampai, Manis Mata untuk memberikan sisa narkoba jenis sabu yang dibelinya di Ketapang.

“Teman yang belikan, saya kasih uang Rp 700 ribu. Setelah dipakai masih ada sisanya, rencana sisanya dibawa untuk saya berikan ke teman yang pertama kali memberi saya sabu,” akunya.

Ia mengaku, kalau dirinya berterima kasih dengan aparat kepolisian yang telah menangkapnya, lantaran dirinya tidak tahu apa yang terjadi jika dirinya terus menerus mengkonsumi narkoba. Bahkan diakuinya dirinya siap menerima apa pun sanksi atas perbuatannya.

“Saya siap mengundurkan diri dan dipecat. Yang jelas saya menyesal,” ujarnya. (IP-01)

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: