banner 468x60

MUI Tegaskan, Sesuai Fatwa Tak Ada Alasan Tolak Hasil Sidang Isbat

  • Bagikan
Sidang Isbat
ISBAT - Menag LHS (kiri) berbincang dengan Ketua MUI, Yusna Yusuf sesaat usai Sidang Isbat 1 Syawal 1440H (foto: Romadanyl)

JAKARTA, indisepontianak.com – Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama telah memutuskan bahwa 1 Syawal 1440H jatuh pada Rabu (5/6/2019). Dalam melakukan penetapan tersebut, Kementerian Agama telah berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia, ormas-ormas islam, dan institusi terkait.

Hal ini sesuai dengan syarat yang tercantum dalam Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004. Maka dengan demikian, tidak ada alasan bagi umat muslim di Indonesia untuk menolak hasil sidang isbat. Hal ini diungkapkan Ketua MUI, KH Yusnar Yusuf kepada media saat konferensi pers usai pelaksanaan Sidang Isbat 1 Syawal 1440 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

“Dalam fatwa disebutkan bahwa dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah, Menteri Agama wajib berkonsultasi dengan majelis ulama Indonesia, ormas-ormas islam dan institusi terkait. Dan hal itu sudah dipenuhi oleh Kementerian Agama,” ujar KH Yusnar, seperti dilansir Kemenag.

“Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menolak apa yang ditetapkan Menteri Agama hari ini  bahwa 1 Syawal 1440 H jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019,”sambungnya.

Melansir Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah tersebut, juga mencantumkan kaidah fikih bahwa keputusan pemerintah mengikat dan menghilangkan silang pendapat. (IP-01)

 

Komentar
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: